kumparan
27 Januari 2019 14:27

Dinas Pariwisata Kalsel: Banyak Orang Hilang di Kota 'Gaib' Saranjana

Pulau Laut
Pulau Laut. (Foto: Wikipedia)
Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan menyebut Saranjana adalah kota 'gaib' yang ada di wilayah Kotabaru. Tak sedikit yang hilang ketika mencoba memasuki wilayah tersebut.
ADVERTISEMENT
Kabid Destiwisata Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan Ida Saptika Dewi mengatakan, Saranjana adalah sebuah kerajaan yang didiami makhluk gaib.
"Kalau di kampung itu kan memang katanya jin Islam, tapi kan kalau di luar kampung itu kan memang ada kampung-kampung masyarakat kita tapi ada aja sih di luar itu. Cuma memang di luar itu, tapi kemarin kami sempat ada acara kami ditanya, deket Saranjana," kata Ida Saptika Dewi kepada kumparan, Sabtu (26/1).
Berikut wawancara lengkap kumparan dengan Ida:
Apa tanggapan Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan soal Saranjana?
Aku kan belum pernah ke sana, aku cuma denger cerita waktu itu aku ke kota baru mau ke sana enggak?
Enggak boleh pakai baju kuning sama merah, kita bisa hilang karena di situ kampung gaib. Jadi memang yang enggak kita lihat.
ADVERTISEMENT
Kita masuk ke sana, misalnya satu hari di sana, di luar kampung itu sudah satu minggu, tapi kalau di situ (Saranjana) baru sehari, kalau mau ke sana nanti aku tanya dulu karena itu kampung gaib
Ada apa aja yang ibu tahu?
Ada kayak kerajaan kayak apa ya, bukan manusia gitu, jin.
Saranjana itu di dekat mana sih?
Di deket daerah Teluk Aru. Makanya kan gini, kalau di daerah situ, di Kotabaru, kalau ada acara bingung. Kok di kampung kita sedikit ya orang , ya setiap kali acara itu yang datang banyak yang datang, sementara kalau di kampung itu enggak ada orang, sedikit.
Tapi kalau ada acara ini selalu banyak yang hadir, nah dari mana sih orang ini, gitu. Karena itu kita ditawarin orang katanya yang sudah sering bolak-balik ke sana, tapi katanya kemarin ada orang kaum masjid hilang pas ke sana.
Lokasi Saranjana di google maps
Lokasi Saranjana di google maps (Foto: google maps)
Kaum masjid?
ADVERTISEMENT
Iya kaum masjid itu hilang ternyata diambil dijadikan kaum masjid juga di situ (Saranjana).
Pernah juga ada yang beli mobil, terus bayar, memang betul pakai uang kita, terus diantar. Pas besok kembali ke sana ternyata hutan, tapi tahun berikutnya sudah enggak lagi.
Kalau begitu sudah turun temurun atau bagaimana?
Iya memang ada yang ke sana tapi orang ini juga ya kali yang ke sana juga yang ilmunya tinggi. Terus dia datang ke sana bisa pulang lagi.
Ilustrasi Saranjana
Ilustrasi Saranjana. (Foto: Anggoro Fajar/kumparan)
Kalau ada yang hilang di sana, laporan kehilangannya bagaimana?
Enggak tahu kayak lenyap begitu saja, tapi orang bukan rahasia umum lagi di situ, sudah biasa. Kayak kerajaan, kerajaan jin, tapi katanya kayak di situ, kayak luar biasa.
ADVERTISEMENT
Kalau yang tinggal di sana bukannya Suku Dayak?
Kalau di kampung itu kan memang katanya jin Islam, tapi kan kalau di luar kampung itu kan memang ada kampung-kampung masyarakat kita, Kotabaru.
Yang dari sana kemudian bisa pulang ada yang sempet motret?
Enggak sempet, enggak ada potretnya, sepenglihatan mereka itu kerajaan.
Saranjana
Saranjana. (Foto: Dok. Masyhur)
Kalau kerajaan berarti ada istana?
Iya iya, kerajaan, bentuk kerajaan, ada istana.
Ulama setempat menyikapinya?
Kalau di Kotabaru itu, bukan jadi rahasia lagi, diperbincangkan sudah biasa itu. Ada yang ke sana, ada yang berani ada yang enggak gitu kan, mungkin takut. Takutnya kalau ke sana enggak kembali lagi misalnya hilang sebulan, tapi mereka di sana kerasa sehari
ADVERTISEMENT
Dari segi historis?
Enggak ada, mungkin karena aku enggak sempet juga ke sana untuk membuktikan. Yang kutahu di situ cerita kerajaan kampung gaib gitu, berkumpul gitu.
Lokasi diduga pintu masuk Saranjana
Lokasi diduga pintu masuk Saranjana. (Foto: Dok. Masyhur)
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan