Dinas Sosial Aceh Berangkat ke Papua, Jemput Warga yang Mengungsi

Kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua, membuat sejumlah warga Aceh yang tinggal di sana memutuskan untuk kembali ke Aceh. Untuk itu, Dinas Sosial Provinsi Aceh berangkat ke Jayapura pada Kamis (3/10) malam untuk memulangkan seluruh warga Aceh yang ingin kembali.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Aceh, Alhudri, mengatakan pihaknya akan melakukan pendataan sekaligus melihat kondisi warga Aceh yang saat ini tengah mengungsi sejak 23 September lalu.
"Kita akan melakukan pendataan terhadap masyarakat Aceh di Papua. Kabarnya banyak masyarakat Aceh yang ingin pulang ke kampung halaman dikarenakan trauma dengan situasi terjadi di daerah tersebut," kata Alhudri, Jumat (4/10).
Selain warga yang mengungsi di Jayapura, Alhudri menyebut sudah ada beberapa warganya yang mengungsi ke daerah lain. Seperti, Dewi asal Lhoksumawe, Cut Eva asal Aceh Selatan, dan Riska asal Aceh Tenggara bersama 3 anaknya.
“Informasi saya peroleh Dewi posisi terkini di Probolinggo, Cut Eva di Jakarta Timur, dan Riska bersama anaknya di Bakorwil Malang, Jawa Timur,” ungkapnya.
Ada pula Try Sessy, Priska Susilawati Sihotang, Natanael Gultom, dan Nasya Gultom yang merupakan warga asal Aceh Tenggara yang mengungsi di Surabaya. Dinas Sosial Provinsi Aceh, kata Alhudri, telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur untuk memulangkan mereka ke Aceh.
“Dengan menggunakan pesawat Lion Air, hari ini berangkat dari Surabaya pukul 06.45, diperkirakan tiba di Banda Aceh pukul 17.20 WIB,” tuturnya.
Selain itu, ada juga Jecky A, Rosmawati, dan Cut Wahyuni, warga asal Kota Langsa yang telah dievakuasi ke Jayapura menggunakan pesawat Hercules milik TNI AD.
“Sekarang ini rencananya Dinsos Aceh bersama tim akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengasesmen sejumlah tempat pengungsian dan mendapatkan keterangan terkait warga Aceh,” pungkasnya.
