Dinding Batu di Tempat Wisata Air Terjun Brasil Runtuh, 7 Orang Tewas, 23 Luka

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas pemadam kebakaran negara bagian Minas Gerais dan Angkatan Laut Brasil mencari korban setelah dinding batu runtuh di air terjun di Capitolio, Brasil, Sabtu (8/1/2022).  Foto: Fire Brigade of Minas Gerais/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Petugas pemadam kebakaran negara bagian Minas Gerais dan Angkatan Laut Brasil mencari korban setelah dinding batu runtuh di air terjun di Capitolio, Brasil, Sabtu (8/1/2022). Foto: Fire Brigade of Minas Gerais/Reuters

Dinding bebatuan di tempat wisata air terjun di Brasil runtuh pada Sabtu (8/1). Akibat peristiwa itu, tujuh orang dilaporkan tewas dan tiga dinyatakan hilang.

Dikutip dari Reuters, Minggu (9/1), air terjun itu terletak di Brasil Tenggara yang terhubung dengan Danau Capitolio di Minas Gerais.

Pemadam kebakaran setempat menjelaskan, batuan di dinding air terjun itu tiba-tiba jatuh dan mengenai beberapa perahu rekreasi. Tidak lama setelah itu, terjadi gelombang besar di Danau Capitolio.

"Tujuh orang tewas dan sembilan luka parah ketika dinding batu runtuh di atas perahu motor di bawah air terjun di Brasil," kata pemadam kebakaran.

Sementara, dari video yang beredar di media sosial, terlihat para turis berteriak dan panik ketika batuan itu jatuh. Telihat ada dua perahu hancur tertimpa batuan.

"Tiga orang masih hilang. Tim penyelam sudah melakukan pencarian di sekitar danau," kata pemadam kebakaran.

Petugas pemadam kebakaran negara bagian Minas Gerais dan Angkatan Laut Brasil mencari korban setelah dinding batu runtuh di air terjun di Capitolio, Brasil, Sabtu (8/1/2022). Foto: Fire Brigade of Minas Gerais/Reuters

Terkait kondisi turis yang terluka, rata-rata mereka mengalami patah tulang. Kemudian satu orang dalam kondisi serius di rumah sakit dengan luka di kepala dan wajah.

"Sekitar 23 lainnya dirawat karena luka ringan," ucap pemadam kebakaran.

Lebih lanjut, penyebab runtuhnya batuan itu masih dalam penyelidikan. Namun sudah dua minggu terkahir daerah itu dilanda hujan deras. Diduga permukaan batu menjadi longgar akibat hujan.