Dinkes Bali: Secara Teori Kami Sudah Capai Herd Immunity, Vaksinasi Sudah 86%

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas menyuntikkan vaksin Moderna kepada tenaga kesehatan yang menjalani vaksinasi COVID-19 dosis ketiga di Rumah Sakit Bali Mandara, Denpasar, Bali.  Foto: Nyoman Hendra Wibowo/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas menyuntikkan vaksin Moderna kepada tenaga kesehatan yang menjalani vaksinasi COVID-19 dosis ketiga di Rumah Sakit Bali Mandara, Denpasar, Bali. Foto: Nyoman Hendra Wibowo/ANTARA FOTO

Dinkes Bali mengeklaim herd immunity atau sistem kekebalan kelompok terhadap virus corona telah terbentuk di Bali. Hal ini terlihat dari capaian vaksinasi yang mencapai 86 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Bali I Ketut Suarjaya mengatakan, herd immunity tercapai apabila 70 persen penduduk dari suatu wilayah telah disuntik vaksinasi corona.

"Kalau dari teori 70 persen itu (Bali) sudah herd immunity, ya. Capaian vaksinasi di Bali sudah 86 persen," kata Suarjaya di RS Bali Mandara, Selasa (2/11).

Ia mengatakan, jumlah penduduk di Bali sekitar 4 juta jiwa. Jumlah warga yang menjadi target sasaran vaksinasi sekitar 3 juta penduduk.

Per hari ini, jumlah penduduk yang telah menerima vaksinasi dosis pertama mencapai 100 persen dan dosis kedua 86 persen atau 3,4 juta penduduk.

Kepala Dinas Kesehatan Bali I Ketut Suarjaya. Foto: Denita BR Matondang/kumparan

Menurut Suarjaya, herd immunity atau tingkat vaksinasi yang tinggi berpengaruh terhadap pengendalian kasus COVID-19. Hal ini dapat terlihat rata-rata kasus baru corona dalam beberapa pekan ini belasan orang dan tingkat kematian 0 kasus.

"Iya berpengaruh, makanya trend kasusnya menurun. Mudah-mudahan tak nambah dan yang sembuh tinggi. Yang bagus, kan, enggak ada yang meninggal," kata Suarjaya.

Suasana pintu lobi RSUD Bali Mandara. Foto: Efira Tamara Thenu/kumparan

Suarjaya meminta warga tak jemawa dan mengabaikan protokol kesehatan. Ia menuturkan, terciptanya herd immunity tidak menjamin seseorang bebas dari virus corona.

Apalagi, belum ada penelitian yang bisa memastikan masa kekebalan kelompok bertahan terhadap virus corona.

"Tapi, dengan adanya kekebalan, risiko terpapar lebih kecil, makanya menghilangkan risiko jangan abai dengan prokes. Vaksinasi dengan prokes bisa 100 persen terlindungi. Kalau hanya vaksinasi 80 persen terlindungi," kata Suarjaya.