Dinkes Bali soal Kasus Omicron BA4 dan BA5: Sudah Dikarantina dan Sembuh

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi virus corona Omicron. Foto: Dado Ruvic/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi virus corona Omicron. Foto: Dado Ruvic/REUTERS

Kemenkes mengumumkan 4 kasus varian baru Omicron BA.4 dan BA.5 ditemukan di Bali. Keempat kasus tersebut terdeteksi saat hendak menghadiri kegiatan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, yang digelar pada 23-29 Mei 2022.

Kepala Dinkes Bali I Nyoman Gede Anom memberikan penjelasan terkait temuan kasus tersebut. Ia mengatakan, dari 4 kasus tersebut, 1 di antaranya adalah laki-laki WNI yang terpapar virus corona Omicron BA.4. WNI yang berusia 27 tahun tersebut merupakan panitia GPDRR.

Sementara itu, 3 kasus yang terpapar virus Omicron BA.5 adalah peserta GPDRR yang berasal dari Amerika, Brasil, dan Mauritius.

"1 orang panitia itu dari Jakarta dan 3 orang itu adalah WNA asal Amerika, Brasil, Mauritius," kata Anom saat dihubungi wartawan, Jumat (10/6).

Anom menuturkan, 4 kasus ini terdeteksi positif COVID-19 saat tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Rabu (25/5) dan Kamis (26/5).

Dinkes Bali mengirim 4 spesimen positif virus corona tersebut ke Litbangkes Kemenkes RI untuk mendeteksi ada atau tidak virus corona varian baru pada Kamis (26/5).

Kepala Dinkes Bali I Nyoman Gede Anom. Foto: Denita BR Matondang/kumparan

"Karena ini orang luar tetap kita laporkan ke Kemenkes spesimen positif (virus corona) dan baru dirilis kemarin bahwa ada 4 orang positif varian baru," kata Anom.

Anom mengatakan, Tim Dinkes Bali langsung membawa 4 kasus yang terdiri dari panitia dan peserta tersebut ke hotel untuk menjalani karantina setelah dinyatakan positif COVID-19 di Bandara Ngurah Rai.

Anom menjamin 4 pasien COVID-19 ini tidak hadir mengikuti acara GPDRR karena menjalani karantina selama 5 hari. "Mereka kemungkinan tidak ikut karena acaranya juga 5 hari," kata dia.

Empat kasus ini, kata Anom, telah selesai menjalani masa karantina dan melakukan tes ulang PCR. Hasilnya, mereka dinyatakan sudah negatif mengidap penyakit COVID-19 dan langsung pulang ke negaranya.

"Mereka sudah sembuh dan sudah pulang ke negaranya," kata dia.

Anom menambahkan, Dinkes Bali memang secara berkala mengirimkan spesimen positif virus corona ke Litbangkes untuk mendeteksi kasus varian baru. Hingga saat ini, Anom belum menerima ada temuan kasus baru untuk subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 atau varian lainnya.

Mural tentang pandemi COVID-19 Foto: Dhemas Reviyanto/Antara Foto

"Saya cek terus secara harian selama ini belum ada lagi ditemukan kasus yang sama atau varian baru sampai saat ini," kata Anom.

Seberapa Ganas Omicron BA4 dan BA5?

Pemerintah menyebut pasca Lebaran memang terjadi kenaikan kasus positif akibat adanya virus varian baru. Kondisi ini tidak hanya terjadi di Indonesia melainkan negara lain seperti Afrika Selatan, Portugal, dan Chile.

Peningkatan kasus di Afrika Selatan dimulai pada Mei 2022. Portugis juga mengalami peningkatan kasus pada akhir Mei 2022, demikian pula dengan Chile. Hingga kini varian BA.4 di seluruh dunia dilaporkan 6903 sekuens dari 58 Negara. Sedangkan BA.5 sudah dilakukan sekuensing pada 8687 dari 63 negara.

Berdasarkan laporan GISAID, transmisi BA.4 dan BA.5 memiliki kemungkinan menyebar lebih cepat dibanding Omicron sebelumnya yaitu BA.1 BA.2. Akan tetapi tingkat keparahannya tidak lebih parah.

Menghadapi kondisi ini, pemerintah mengingatkan agar masyarakat Indonesia perlu tidak panik. Pasalnya meskipun ada beberapa kenaikan kasus. Saat ini angka standar positivity rate Indonesia masih relatif rendah yaitu 1.15% dengan standar di WHO adalah 5%. Dengan demikian pemerintah menegaskan kondisi pandemi masih terkontrol.