Dinkes DKI: Herd Immunity di Jakarta Tergantung Capaian Vaksinasi
·waktu baca 2 menit

Herd immunity menjadi salah satu faktor penting keberhasilan vaksinasi corona di Indonesia. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes DKI, Lies Dwi Oktavia, menilai bahwa herd immunity akan terbentuk di Jakarta jika capaian vaksinasi sudah tinggi.
“Herd immunity itu kaitannya dengan cakupan vaksinasi yang tinggi yang bisa kemudian bisa melindungi orang lain yang tidak vaksin,” kata Lies kepada wartawan di Balai Kota, Rabu (8/11).
Menurut Lies, Jakarta belum bisa dikategorikan telah mencapai herd immunity karena masih ada masyarakat golongan kurang dari 12 tahun yang belum sepenuhnya mencapai target vaksinasi.
“Tentu dengan adanya usia kurang dari 12 tahun tapi belum divaksin dan bisa sakit, maka di luar 12 tahun harus setinggi-tingginya cakupannya,” ungkapnya.
Lies menjelaskan untuk segera mencapai herd immunity, masyarakat golongan di atas 12 tahun yang seharusnya memang mendapatkan vaksinasi harus semakin banyak agar persentase yang sudah divaksin lebih banyak dari yang belum.
“Kalau kondisi itu bisa dicapai, maka kita lebih punya kemungkinan untuk melindungi orang yang belum divaksin karena kondisi usia, ya,” tuturnya.
Sementara saat ini, Kementerian Kesehatan dan Dinkes DKI tengah mempersiapkan pendataan untuk melakukan vaksinasi dengan target 6-11 tahun. Diharapkan vaksinasi untuk golongan usia 6-11 tahun dapat segera dilakukan, sehingga target herd immunity dapat tercapai.
“Kita menunggu untuk kebijakan untuk usia lebih dini, 6-11 tahun untuk bisa divaksin agar herd immunity,” pungkasnya.
Rencananya vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun akan dilaksanakan pada 2022.
