Dinkes Selidiki Warga Kota Denpasar yang Meninggal Setelah Divaksin AstraZeneca
·waktu baca 2 menit

Dinas Kesehatan Kota Denpasar turun tangan menyelidiki kasus kematian Muhamad Abdul Malanua (43). Malanua ditemukan meninggal di indekosnya dua hari setelah disuntik vaksin AstraZeneca.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar Ni Luh Sri Armini mengatakan, penyelidikan oleh tim Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) ini untuk memastikan Malanua meninggal akibat vaksinasi atau bukan.
"Iya, kan nanti dicek dulu oleh tim KIPI, kita enggak boleh menyimpulkan apakah relasi (kematian Malanua) dengan vaksin atau penyakit lain," kata Sri Armini saat dihubungi, Senin (24/5).
Malanua dikabarkan sempat berobat ke klinik sehari sebelum divaksin karena sakit vertigo dan hipertensi.
Sri Armini yakin proses skrining vaksinasi di fasilitas kesehatan dilaksanakan secara ketat, memastikan warga yang dinyatakan sehat yang boleh mengikuti vaksinasi.
Sri akan meminta keterangan pihak fasilitas kesehatan yang menyuntik vaksin kepada Malanua. Ia menambahkan, warga yang memiliki riwayat hipertensi di bawah 180 mHg boleh mengikuti vaksinasi.
"Sebelumnya pasti diskrining dan enggak gegabah. Masih dilihat dulu, ya," kata Sri.
Sementara itu, ipar dari Malanua bernama Iqrima mengaku mendengar kematian Malanua dari tetangga dan aparat kepolisian. Ia tak mengetahui Malanua telah menerima vaksinasi COVID-19.
Malanua memang mengidap penyakit hipertensi dalam beberapa tahun belakangan. Namun, Malanua tak pernah terlihat sakit parah.
Menurut Iqrima, keluarga tak ingin melakukan autopsi terhadap jenazah Malanua. Keluarga, kata dia, telah ikhlas dengan peristiwa tersebut.
"Diikhlaskan, ini sudah takdirnya dan kita enggak mau mempermasalahkan," kata dia di RSUP Sanglah.
****
Saksikan video menarik di bawah ini:
