Dinkes Takalar soal Bibir 4 Guru Gatal Usai Cicipi MBG: Ada Kandungan Boraks

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dinkes Kabupaten Takalar, Sulsel menemukan adanya kandungan bahan berbahaya boraks pada menu MBG yang diberikan kepada sejumlah murid sekolah di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Senin (21/9/2026). Foto: Dok. Dinkes Takalar
zoom-in-whitePerbesar
Dinkes Kabupaten Takalar, Sulsel menemukan adanya kandungan bahan berbahaya boraks pada menu MBG yang diberikan kepada sejumlah murid sekolah di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Senin (21/9/2026). Foto: Dok. Dinkes Takalar

Empat guru di UPT SD Negeri 58 Lengkese, Mangarabombang, Takalar, Sulawesi Selatan, mengalami gatal pada mulut setelah mencicipi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum dibagikan kepada siswa pada Senin (21/9) lalu.

Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar kemudian menemukan kandungan boraks dalam salah satu sampel makanan tersebut.

"Kami coba makanannya bersama teman-teman guru sebelum dibagikan. Setelah dicicipi, ada empat guru yang mengalami gatal di mulut dan rasanya juga berbeda," kata Kepala UPT SD Negeri 58 Lengkese, Supriadi, kepada wartawan, Jumat (25/9).

Karena tidak ingin mengambil risiko, SD Negeri 58 Lengkese pun tidak membagikan makanan itu kepada murid. Kemudian, makanan MBG pun dikembalikan kepada SPPG.

"Karena khawatir terjadi sesuatu terhadap anak-anak, makanan tidak kami bagikan," jelas dia.

Kata SPPG Topejawa

Sementara, Kepala SPPG Topejawa, Muhammad Alwi, merespons kasus isu pengembalian MBG SD Negeri 58 Lengkese. Kata dia, menu MBG yang disajikan tidaklah ditolak ataupun dikembalikan.

Melainkan, staf SPPG yang mengambil inisiatif menarik kembali ompreng makanan setelah menerima laporan dari guru yang melakukan pengujian organoleptik terhadap sampel makanan.

"Menu makanan bukan dikembalikan atau ditolak sekolah. Staf kami sendiri yang berinisiatif menarik ompreng tersebut setelah menerima masukan saat pengujian sampel organoleptik oleh guru PIC," kata Alwi dalam keterangan tertulisnya.

Alwi mengatakan keluhan yang dialami empat guru berupa sensasi gatal ringan pada rongga mulut dan lidah. Namun, pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab keluhan tersebut.

Ia mengaku, menu tidak hanya disajikan kepada SD Negeri 58 Lengkese. Tapi, menu yang sama juga didistribusikan kepada total 1.761 penerima manfaat yang tersebar di 11 sekolah hingga 11 posyandu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.757 orang disebutnya mengonsumsi makanan tanpa adanya laporan gangguan kesehatan.

Dinkes Temukan Boraks pada MBG

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Takalar menindaklanjuti temuan pada menu MBG. Tim langsung turun melakukan inspeksi kesehatan lingkungan (IKL) sekaligus mengambil sampel makanan untuk diperiksa.

"Pada hari itu juga, sesuai instruksi ketua Satgas, kami terjunkan tim untuk ambil sampel makanannya," kata Kepala Dinas Kesehatan Takalar, dr. Nilal Fauziah, secara terpisah.

Ia mengaku, terdapat dua sampel makanan yang dilakukan pengujian. Salah satunya ditemukan atau menunjukkan adanya kandungan boraks.

"Dari dua sampel yang diperiksa, salah satu makanan memang ditemukan mengandung boraks," ujar Nilal.

Meski demikian, Dinkes Takalar masih akan terus melakukan pendalaman untuk memastikan jenis makanan yang mengandung boraks tersebut. Menurut Nilal, gejala gatal maupun pembengkakan yang dilaporkan masih dapat disebabkan oleh faktor lain, termasuk reaksi alergi terhadap bahan makanan tertentu.

"Gatal-gatal dan bengkak yang dialami guru dan kepala sekolah merupakan salah satu gejala alergi, tetapi belum diketahui penyebabnya, apakah dari tahu atau ayam," jelasnya.