Dinsos Beri Bantuan ke 85 KK Korban Kebakaran Bedeng di Denpasar

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi pasca-kebakaran di Jalan Nakula, Denpasar Barat, Rabu (2/9/2026). Tampak police line sudah dipasang melintangi tempat kejadian perkara. Foto: Sandra Gisela/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi pasca-kebakaran di Jalan Nakula, Denpasar Barat, Rabu (2/9/2026). Tampak police line sudah dipasang melintangi tempat kejadian perkara. Foto: Sandra Gisela/kumparan

Dinas Sosial (Dinsos) Kota Denpasar mencatat sebanyak 85 KK terdampak dari musibah kebakaran di Jalan Nakula, Pemecutan Kelod, Denpasar. Data tersebut dihimpun dari posko pengungsian di Musala Al-Ikhlas, pada Rabu (2/9). Namun, jumlah korban masih berpotensi bertambah seiring pendataan

Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos Kota Denpasar, I Gusti Ketut Sudiatmika, mengungkap terdapat beberapa keluarga yang mengungsi secara mandiri ke kerabat terdekatnya.

"Kami juga akan berkoordinasi dengan provinsi juga karena KK-nya sebagian besar itu dari luar Bali. Kami perlu komunikasikan untuk pemulangan (ke keluarga terdekat)" kata Sudiatmika ketika berada di lokasi kebakaran, Rabu (2/9).

Untuk para pengungsi, Dinsos Denpasar telah memberikan perlengkapan keluarga (family kit) yang berisikan perlengkapan dasar rumah tangga, seperti perlengkapan mandi dan istirahat. Selain itu, terpal juga terlihat dibagikan.

Sudiatmika mengatakan, Dinsos juga menyediakan layanan kesehatan untuk korban dan layanan administrasi untuk mengurus dokumen penting bagi keluarga yang kehilangan.

Di samping Dinsos, tampak banyak pihak termasuk relawan yang terus memberikan bantuan berupa makanan, minuman, dan pakaian di posko.

"Kami lakukan pendataan, sehingga data itu ketahuan apa saja yang hilang. Nanti kami rangkum jadi satu data, kami lampirkan suratnya dan ajukan ke kepolisian agar dapat surat keterangan hilang atau kebakaran itu, dampak bencana," jelasnya.

Kondisi pasca-kebakaran di Jalan Nakula, Denpasar Barat, Rabu (2/9/2026). Tampak police line sudah dipasang melintangi tempat kejadian perkara. Foto: Sandra Gisela/kumparan

Mengenai kepemilikan lahan, Sudiatmika mengatakan, berdasarkan pendataan dari Dinsos Kota Denpasar, korban mengontrak di bangunan semi-permanen yang terletak di tempat tersebut. Kepemilikan dari bangunan-bangunan yang ada di sana bersifat perorangan.

"Ada yang punya (lahannya). Kami masih juga berusaha menghubungi melalui Kadis. Kemarin kami hubungi siapa yang punya lahannya," ungkap Sudiatmika.

Sampai saat ini, pemadaman bedeng di Jalan Nakula masih terus berlangsung. Mobil pemadam kebakaran dan water cannon dari kepolisian terus bekerja memadamkan sisa-sisa api.

Pantauan pukul 14.00 WITA, kepulan asap di puing-puing bangunan bedeng masih terlihat tebal. Namun, tidak banyak titik-titik api yang terlihat.