Dinsos DIY Cari Solusi agar Timbul Tukang Becak Tetap Dapat Bansos Meski Desil 9

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta (Dinsos DIY) Suyarno. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta (Dinsos DIY) Suyarno. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Timbul, tukang becak Malioboro asal Ngentakrejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo, status pendataan kesejahteraannya mendadak melonjak dari Desil 1 ke Desil 9.

Kepala Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta (Dinsos DIY) Suyarno akan berupaya agar Timbul bisa tetap mendapat bantuan sosial (bansos).

Kasus Timbul mencuat setelah dia kesulitan membuat surat keterangan tidak mampu untuk keringanan biaya kuliah anaknya. Selain itu, Timbul terancam tidak lagi mendapat bansos karena secara aturan, bansos hanya diperuntukkan bagi masyarakat Desil 1 sampai Desil 4.

"Kita perlu menyikapi secara bijak. Tidak serta-merta bahwa yang tidak masuk di desil 1 sampai 4 atau desilnya berubah naik menjadi 9 dan seterusnya, tidak serta-merta juga akan kita cut gitu ya (bansosnya). Tapi kalau melihat regulasi memang iya, sampai 4," kata Suyarno di kantor BPS DIY, Senin (24/8).

Timbul (49), seorang tukang becak kawasan Malioboro, asal Kalurahan Ngentakrejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo, tercatat masuk desil 9. Anaknya terancam putus kuliah, Senin (24/8). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Saat ini, internal Dinsos DIY sedang berdiskusi untuk mencari bentuk dan dasar yang memungkinkan pemberian bansos meski desil seseorang naik.

"Karena seperti yang disampaikan Pak Timbul begitu, seperti itu. Sebetulnya kalau desil 9 tidak layak ya, begitu ya. Mestinya mungkin ada di desil 1 sampai 4. Nah, hal-hal itu sedang kami coba cari skema bagaimana terkait dengan menyikapi perubahan desil ini," katanya.

Suyarno mengatakan hari ini pihaknya belum bisa memberikan jawaban pasti untuk kasus seperti Timbul. Namun, dia berharap tetap ada solusi.

"Mudah-mudahan tetap ada solusi. Kami sedang mencoba merumuskan formula itu gitu.

Jadi tidak serta-merta yang desil 9 atau di luar desil 4 itu tidak bisa mendapat bansos. Karena kondisi riil di lapangan, seperti apa kita juga paham," pungkasnya.