Diplomasi Pertahanan ala Menhan Prabowo: Sekali Dayung, Tiga Pulau Terlampaui

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menhan RI Prabowo Subianto didampingi Menlu RI Retno Marsudi menandatangani kerja sama militer dengan pemerintah Jepang.  Foto: Kemhan
zoom-in-whitePerbesar
Menhan RI Prabowo Subianto didampingi Menlu RI Retno Marsudi menandatangani kerja sama militer dengan pemerintah Jepang. Foto: Kemhan

Sejak awal tahun 2021 ini, Menhan Prabowo Subianto telah melakukan kunjungan kerja ke berbagai negara seperti Inggris, Rusia, Jepang, dan Korea Selatan.

Salah satu tujuan yang dikemukakan adalah memperkuat dan memodernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), melalui penjajakan kemungkinan pengadaan dari negara produsen alutsista.

Terutama yang tidak bisa dipenuhi industri pertahanan dalam negeri maupun melakukan penawaran alutsista yang telah mampu diproduksi industri pertahanan dalam negeri kepada negara lain.

Menhan RI Prabowo Subianto bertemu dengan pihak Kemhan Inggris. Foto: Kemhan RI

Pemerhati Militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi menilai, langkah yang ditempuh Prabowo Subianto ibarat peribahasa sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui.

“Ini sesungguhnya adalah ibarat sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui, tentu saja layak untuk diapresiasi,” kata Khairul.

kumparan post embed

Khairul menilai, diplomasi pertahanan sejatinya merupakan salah satu sarana mewujudkan kepentingan nasional di bidang pertahanan dan keamanan. Peranannya sangat strategis dalam menghadapi permasalahan yang ada.

“Terutama agar eskalasi tidak meningkat ke arah konflik serta dapat saling memperkuat confidence building measures, keamanan hingga stabilitas kawasan,” jelasnya.

Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto (kiri) berpose dengan Menteri Pertahanan Korea Selatan Suh Wook di Kementerian Pertahanan di Seoul, Korea Selatan, Kamis (8 /4). Foto: KIM HONG-JI/POOL/AFP

Khairul mengatakan, dalam implementasinya diplomasi pertahanan memiliki tiga bentuk kegiatan utama. Pertama adalah defence diplomacy for confidence building measures, yaitu diplomasi yang untuk membangun kepercayaan, mengurangi rasa takut, dan kesalahpahaman dari kedua belah pihak.

Kedua, defence diplomacy for defense capabilites, yaitu diplomasi yang diarahkan pada upaya meningkatkan kemampuan sektor pertahanan. Kemudian yang ketiga, defence diplomacy for defence industries, yaitu diplomasi pertahanan yang tujuannya adalah membangun kerja sama industri pertahanan.

"Kunjungan yang dilakukan telah menghasilkan sejumlah rencana kerja sama strategis. Baik yang menyangkut pengadaan, pengembangan dan pemeliharaan alutsista seperti pesawat tempur, tank dan kapal selam," jelasnya.

"Kerja sama yang menyangkut pendidikan, pelatihan dan latihan militer, maupun berbagai rencana strategis lainnya yang menyangkut peningkatan daya saing dan pemasaran produk industri pertahanan dalam negeri,” imbuhnya.

Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto, Minggu (28/3) melaksanakan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Jepang H.E. Nobuo Kishi, di Tokyo, Jepang. Foto: Dok. Kemenhan

Khairul menegaskan terlihat jelas pemerintah melalui Kemhan sangat serius memodernisasi kekuatan pertahanan, mempercepat pertumbuhan industri dalam negeri serta mengupayakan pemenuhan kebutuhan alutsista.

"Terutama yang belum mampu diproduksi oleh industri pertahanan dalam negeri dan meningkatkan kemampuan para personel militer terutama dalam hal teknologi dan strategi terkini,” pungkasnya.

kumparan post embed

****

Saksikan video menarik di bawah ini: