Direktur RS Indonesia di Gaza yang Tewas dalam Serangan Israel Bukan WNI
ยทwaktu baca 2 menit

Serangan Israel kembali membunuh tenaga medis. dr. Marwan al-Sultan, Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza, jadi korban serangan Israel bersama sejumlah anggota keluarganya.
Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan duka cita atas tewasnya dr. Marwan dan terus memonitor pemberitaan itu.
"Kami memonitor pemberitaan mengenai wafatnya dr. Marwan al-Sultan, Direktur RS Indonesia di Gaza," kata Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Judha Nugraha, dikutip Rabu (2/7).
Meski merupakan direktur RS Indonesia di Gaza, dr. Marwan bukan WNI.
"Kami turut berduka atas wafatnya dr. Marwan al-Sultan. Almarhum bukan warga negara Indonesia," ungkapnya.
Berdasarkan keterangan rekan-rekannya, dr. Marwan dan anggota keluarganya tewas dalam serangan Israel di kediamannya di gedung pemukiman di barat daya Kota Gaza.
dr. Marwan menjadi sumber informasi penting dalam mengungkap kondisi warga Palestina di wilayah utara. Dia beberapa kali meminta komunitas internasional mendesak untuk memperhatikan keselamatan petugas medis di Gaza, khususnya saat militer Israel menargetkan RS Indonesia -- rumah sakit terbesar di utara Kota Gaza.
dr. Marwan merupakan salah satu dokter senior di Gaza dan satu dari sedikit ahli jantung yang tersisa di Gaza.
Dikutip dari Al Jazeera, dr. Marwan pada Januari lalu pernah mengungkapkan sedang bekerja untuk kembali membuka sebagian dari RS Indonesia yang rusak parah akibat serangan Israel
Pemakaman dr. Marwan diiringi isak tangis warga. Putrinya yang selamat, Lubna al-Sultan, mengatakan serangan rudal F-16 menghantam kamar dr. Marwan.
"Seluruh bagian rumah baik-baik saja kecuali kamarnya, tempat dia berada saat itu, dan jadi target serangan rudal," kata Lubna.
Sekilas RS Indonesia
RS Indonesia di Gaza dibangun dari donasi masyarakat Indonesia atas inisiatif lembaga kamanusiaan medis MER-C. RS dibangun di tanah wakaf di Kota Bait Lahia, Kegubernuran Gaza Utara, Jalur Gaza, Palestina.
RS lima lantai itu mulai dibangun pada 2011 dan diresmikan Wapres Jusuf Kalla pada 9 Januari 2016. Pengelolaannya diserahkan kepada otoritas setempat.
RS Indonesia di Gaza saat ini rusak parah akibat serangan Israel akibat agresi Israel ke Gaza sejak 7 Oktober 2023.
