Dirjen Imigrasi Penuhi Aspirasi, Buka Booth Paspor di CFD Bundaran HI
·waktu baca 4 menit

Direktorat Jenderal Imigrasi kembali menghadirkan layanan pembuatan dan penggantian paspor di kawasan Car Free Day (CFD) Bundaran HI, Jakarta, Minggu (24/5). Layanan ini ditujukan untuk menjangkau masyarakat yang kesulitan mengurus dokumen perjalanan pada hari kerja.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi yang disampaikan masyarakat kepada Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, saat melakukan live TikTok bersama kumparan beberapa waktu lalu.
Dalam sesi tersebut, Hendarsam menyatakan komitmennya untuk menjadikan layanan paspor lebih mudah dijangkau masyarakat.
“Kami nanti buka booth itu di CFD,” ujarnya di Kantor kumparan, Jakarta Selatan, Kamis (7/5/2026).
Ia mengakui layanan semacam ini sebenarnya bukan hal baru, namun belum pernah berjalan secara konsisten.
“Sebenernya sudah dilakukan tapi selama ini belum rutin, saya mau membuatnya rutin jadi orang tahu,” ujarnya.
Pekan kemarin, Minggu (17/5), Kantor Imigrasi Depok menggelar layanan pembuatan paspor di CFD Margonda, Kota Depok. Juga ada di daerah lainnya.
Kali ini layanan digelar di Bundaran HI, Jakarta.
Direktur Visa dan Dokumen Perjalanan, Eko Budianto, mengatakan layanan paspor di CFD merupakan bagian dari implementasi 15 program prioritas Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada poin pertama, yakni peningkatan pelayanan keimigrasian berbasis digital.
“Layanan ini merupakan wujud bagaimana pelayanan keimigrasian bisa menjangkau kebutuhan masyarakat. Jadi tidak hanya permanen di kantor imigrasi, Unit Layanan Paspor, atau Mal Pelayanan Publik, tetapi juga bisa hadir secara mobile seperti di Car Free Day ini,” kata Eko di Sudirman, Jakarta, Minggu (24/5).
Menurut Eko, layanan paspor di CFD juga menjadi solusi bagi masyarakat yang tidak memiliki waktu luang untuk mengurus paspor pada Senin hingga Jumat.
“Kita tahu masyarakat pada hari kerja punya kesibukan usaha dan pekerjaan. Maka dari itu, kita buka layanan di hari Minggu,” ujarnya.
Pada pelaksanaan kali ini, Imigrasi membuka kuota untuk 50 pemohon. Jumlah itu meningkat dibanding dua pelaksanaan sebelumnya yang rata-rata hanya melayani sekitar 30 pemohon.
“Kenapa dibatasi 50 pemohon, karena kita ketahui bersama ini momen CFD. Jadi ketika selesai CFD, kita juga selesai,” kata Eko.
Ia menjelaskan, layanan paspor CFD bukan hanya dilakukan di Jakarta. Direktorat Jenderal Imigrasi juga telah menginstruksikan kantor-kantor imigrasi di berbagai daerah untuk menghadirkan pelayanan serupa, terutama di kota-kota yang memiliki agenda car free day.
“Sejauh ini sudah ada di Jakarta, Depok, Surabaya, Jakarta Utara, dan Makassar. Wilayah lain sedang mempersiapkan,” ujarnya.
Eko menambahkan, layanan yang paling banyak diminati masyarakat dalam program ini adalah penggantian paspor. Prosesnya pun sama seperti layanan reguler di kantor imigrasi, baik melalui aplikasi M-Paspor maupun pendaftaran langsung.
“Pada prinsipnya tidak ada bedanya. Yang membedakan hanya waktunya. Masyarakat bisa sambil olahraga di CFD, lalu mengurus paspor di hari libur,” katanya.
Antusiasme warga terlihat sejak pagi. Salah satu pemohon asal Sidoarjo, Mikaila (22), mengaku memilih memperpanjang paspor di CFD karena jadwal layanan reguler di aplikasi M-Paspor pada hari kerja sudah penuh.
“Aku lihat informasinya di Twitter. Awalnya cek di M-Paspor, yang hari biasa sudah habis. Ternyata ada layanan di CFD, jadi aku daftar,” ujar Mikaila.
Menurutnya, layanan tersebut sangat membantu, terutama bagi pekerja dan mahasiswa yang sulit mengambil cuti.
“Lebih mudah banget. Tinggal ambil antrean di M-Paspor, datang ke sini, registrasi ulang, bawa dokumen, terus tinggal dipanggil,” katanya.
Hal serupa disampaikan Dimas (26), seorang branch manager di perusahaan ritel. Ia mengaku terbantu karena tidak perlu meninggalkan pekerjaan untuk mengurus perpanjangan paspor.
“Karena kesibukan hari kerja, Senin sampai Jumat enggak bisa. Kebetulan adanya hari Minggu, ya sudah kita di hari yang kosong aja,” ujar Dimas.
Ia berharap Direktorat Jenderal Imigrasi meningkatkan sosialisasi layanan serupa agar semakin banyak masyarakat yang mengetahui layanan tersebut.
“Kalau bisa lebih sering diumumkan di media sosial soal lokasi dan jadwalnya. Karena menurut saya ini cocok banget dan bisa menjangkau lebih banyak orang,” katanya.
