Dirjen PAS: Kalapas Enemawira Tak Paksa Napi Muslim Makan Daging Anjing
·waktu baca 2 menit

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, mengungkapkan hasil pemeriksaan Kalapas Enemawira, Chandra Sudarto. Dia diperiksa karena diduga memaksa napi muslim memakan daging anjing.
Mashudi menjelaskan, Chandra tidak memaksa napi muslim memakan daging anjing.
"Tidak memaksa," kata Mashudi kepada wartawan, Kamis (4/12).
Mashudi menjelaskan, pada saat kejadian, memang sedang ada pesta ulang tahun Chandra. Saat acara, tersedia banyak makanan, termasuk olahan daging anjing.
"Jadi intinya itu kalapasnya lagi ulang tahun, jadi makan-makan lah semua. Jadi ceritanya gitu. Nah ini kan khusus yang... tahunya ada makanan yang B1 itu," jelasnya.
Meski begitu, Mashudi mengatakan, pihaknya tetap mengambil tindakan atas perbuatan Chandra.
"Kita ambil tindakan, kita copot, langsung kita sidangkan," ujarnya.
Sebelumnya, informasi mengenai Chandra diduga memaksa napi muslim memakan daging anjing diungkap oleh anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PKB, Mafirion. Dia mengecam perbuatan Chandra.
"Tindakan Kepala Lapas memaksa warga binaan muslim mengkonsumsi makanan yang jelas dilarang dalam ajaran Islam, bukan hanya tindakan tidak pantas, tetapi juga pelanggaran hukum dan HAM. Negara wajib melindungi hak beragama siapa pun, termasuk warga binaan. Copot dan proses secara hukum," kata Mafirion dikutip dari situs resmi DPR, Sabtu (29/11).
Belum ada keterangan dari Chandra mengenai tudingan tersebut. Dia sudah menjalani sidang kode etik atas dugaan pemaksaan tersebut. Hasil sidang etik belum diketahui.
