Dirjen WHO: China Rahasiakan Data Asal-usul Virus Corona

31 Maret 2021 10:13
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Penulis asal Wuhan, Fang Fang, yang menulis diari online tentang tragedi virus corona. Foto: AFP/STR
zoom-in-whitePerbesar
Penulis asal Wuhan, Fang Fang, yang menulis diari online tentang tragedi virus corona. Foto: AFP/STR
ADVERTISEMENT
Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengungkapkan fakta terkait investigasi tim peneliti internasional di Wuhan. Tim itu bertugas memecahkan misteri asal-usul virus corona.
ADVERTISEMENT
Tedros mengatakan, ada data yang disembunyikan China. Pernyataan Tedros soal tindakan China memicu reaksi keras dari Amerika Serikat sampai Uni Eropa.
"Data dirahasiakan dari penyelidik WHO yang melakukan perjalanan ke China untuk meneliti asal-usul virus corona," kata Tedros seperti dikutip dari Reuters.
Suasana Wuhan, China ketika satu tahun virus corona merebak. Foto: Ng Han Guan/AP PHOTO
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Wuhan, China ketika satu tahun virus corona merebak. Foto: Ng Han Guan/AP PHOTO
Tedros menambahkan, tim investigator melaporkan kepada dia bahwa China menolak memberikan data mentah soal kasus awal COVID-19 ke WHO. Tindakan China membuat upaya WHO merampungkan misinya lebih sulit.
"Diskusi saya dengan tim, mereka mengungkapkan kesulitannya mengakses data mentah," ujar Tedros.
"Saya harap ada studi kolaboratif di masa depan yang mencakup berbagi data secara tepat waktu dan komprehensif," sambung dia.
Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus. Foto: AFP/PIERRE ALBOUY
zoom-in-whitePerbesar
Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus. Foto: AFP/PIERRE ALBOUY
Walau ada penghalangan akses dari China, WHO akhirnya mengeluarkan laporan final mengenai investigasi di Wuhan. Perilisan laporan tertunda beberapa pekan.
ADVERTISEMENT
Laporan final yang dikeluarkan WHO menyebut, virus corona ditularkan kelelawar ke manusia lewat hewan perantara. WHO juga menekankan, kabar bahwa virus muncul akibat kebocoran lab sangat tidak mungkin.
Tedros pun menyatakan, laporan final masih diperlukan studi mendalam di masa depan.
"Data dan studi mendalam dibutuhkan untuk mencapai kesimpulan yang kuat," tegas dia.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020