Dirreskrimum Polda DIY Bentuk Tim Gabungan Buru Pembakar Mahasiswa di Yogya

23 April 2022 10:57
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Dirreskrimum Polda DIY Bentuk Tim Gabungan Buru Pembakar Mahasiswa di Yogya (73669)
zoom-in-whitePerbesar
Dirreskrimum Polda DIY Kombes Ade Ary Syam Indradi. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
ADVERTISEMENT
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda DIY Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi telah membentuk tim gabungan untuk memburu pelaku pembakar mahasiswa bernama Dimas Toti Putra (21).
ADVERTISEMENT
"Terus bergerak Polsek, Polres dan Polda telah membentuk tim gabungan bersama untuk mengungkap kasus ini," kata Ade Ary melalui sambungan telepon, Sabtu (23/4).
Kasus yang dipicu masalah jual beli knalpot itu membuat Dimas harus dirawat intensif di rumah sakit karena menderita luka bakar serius.
Dimas diketahui dibakar oleh temannya sendiri di rumahnya di Mergangsan, Kota Yogyakarta pada 23 Maret lalu.
Soal informasi bahwa pelaku diduga kabur ke luar kota, Ade Ary mengatakan bahwa pihaknya tidak mau berandai-andai. Yang jelas, personel terus memburu pelaku.
"Masih kita dalami. Penyidik tidak boleh berandai-andai (soal informasi kaburnya pelaku)," jelasnya.
Ade Ary dan jajaran berkomitmen untuk segera mengungkap kasus ini. Dia pun berharap apabila ada masyarakat yang mempunyai informasi terkait keberadaan pelaku dapat menghubungi kepolisian.
ADVERTISEMENT
"Kami berupaya mengungkap kasus ini dan kami berharap ada informasi masyarakat apabila mengetahui keberadaan tiga pelaku ini bisa menghubungi ke saluran bebas pulsa gratis milik Polri 110 atau bisa ke akun-akun medsos Polres, Polda, Polsek," katanya.
Dirreskrimum Polda DIY Bentuk Tim Gabungan Buru Pembakar Mahasiswa di Yogya (73670)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bakar diri. Foto: AFP/YURI CORTEZ /
Di sisi lain, identitas ketiga terduga pelaku ini telah dikantongi. Ketiganya tak lain adalah teman dari korban sendiri.
"Sudah identitas orang-orang yang diduga pelaku sudah teridentifikasi. Mereka diduga adalah teman-temanya korban inisialnya JR, AN, sama MZH," kata Ade Ary.
Kisah memilukan Dimas ini sempat diunggah oleh akun Twitter @bilal1878 dan menjadi pembahasan netizen.
kumparan pun lantas mendatangi kediaman Dimas di Mergangsan. Saat itu Haniyati, ibu korban, yang sedang berada di rumah. Sementara itu, Purwito sang ayah masih menunggui Dimas yang sedang dirawat di RSUP Dr Sardjito.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Kejadian pas rumah kosong. (Saya dan suami) lagi (dagang) di warung (di jalan besar di depan gang). Kejadian di atas (lantai 2), di kamar," kata Haniyati, Jumat (22/4).
Dia menceritakan saat itu Dimas sedang bersama temannya yang bernama Febriansyah di rumah, pada malam hari sekitar pukul 22.00 WIB. Kemudian datanglah 3 teman Dimas yang Febriansyah tidak kenal.
Tiba-tiba, saat Haniyati hendak pulang dari warung, Febriansyah lari menghampirinya. Dia kemudian berkata bahwa Dimas dibakar temannya.
"Yang ngasih tahu temannya, si Febriansyah ngasih tahu kalau Dimas dibakar kancane (temannya)," katanya.
Dari informasi yang disampaikan Febriansyah ke Haniyati, dijelaskan saat itu tiga rekan Dimas datang. Lantaran Febriansyah tak mengenal dia kemudian keluar ke area jemuran.
ADVERTISEMENT
"Tahu-tahu kok Dimas dibakar. Kalau pemicunya katanya knalpot. Jual beli knalpot," katanya.
Dirreskrimum Polda DIY Bentuk Tim Gabungan Buru Pembakar Mahasiswa di Yogya (73671)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi knalpot motor. Foto: Bangkit Jaya Putra
Dimas yang merupakan mahasiswa manajemen bisnis Universitas Teknologi Yogyakarta itu masih sempat menyiram tubuhnya dengan air sesaat setelah peristiwa itu terjadi. Dia juga sempat mengejar pelaku tapi tidak terkejar.
"Katanya bensin langsung dengan korek. Yang parah sebelah kiri," katanya.
Dimas kemudian dilarikan ke RSUD Pratama Yogyakarta. Di malam itu juga Dimas langsung dirujuk ke RSUP Dr Sardjito. Dia mengalami luka bakar hingga 80 persen.
"Luka bakar 80 persen. Tubuh, leher, tangan dua. Kemarin juga sempat operasi," katanya.
Diperkirakan biaya untuk kesembuhan Dimas ini mencapai Rp 230 juta.
"Ini cuma sudah ikut Yayasan Kita Bisa. Paling enggak biaya Rp 230an juta kayaknya," katanya.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020