Dirut BUMN yang Pistolnya Menyalak di Bandara Diberi Sanksi Minta Maaf
·waktu baca 1 menit

Pistol yang dibawa Direktur Utama (Dirut) PT Berdikari (Badan Usaha Milik Negara—BUMN) Harry Warganegara menyalak di Bandara Sultan Hasanuddin, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Insiden itu terjadi di area konter check-in Citilink, Senin (17/4), membuat heboh hingga para penumpang berpencar-pencar.
Seketika usai insiden itu terjadi, Harry bersama seorang petugas protokoler berinisial AFA diamankan petugas bandara untuk dimintai keterangan.
Setelah pemeriksaan, keduanya dilepaskan dan dikenakan sanksi permintaan maaf.
"Case diselesaikan dengan cara Pax (penumpang) meminta maaf dan mengakui kesalahannya," kata Kepala Otoritas Bandara Makassar Kemenhub Asri Santosa kepada kumparan, Rabu (19/4).
Pistol Menyalak karena Kelalaian Petugas Protokoler
Pistol yang dibawa Harry adalah Battle Arm G42 dan memiliki 5 peluru kaliber 32 ACP.
"Petugas protokoler (AFA) dengan sengaja mengokang senjata dan menarik pelatuknya sehingga pistol tersebut mengeluarkan peluru dan mengenai dinding konter check-in. Seketika penumpang di depan konter berpencar-pencar," ujar Asri.
***
kumparan bagi-bagi berkah senilai jutaan rupiah. Jangan lewatkan beragam program spesial lainnya. Kunjungi media sosial kumparan untuk tahu informasi lengkap seputar program Ramadhan! #BerkahBersama
