Pesawat Garuda Indonesia bermasker
14 Juni 2021 12:50
ยท
waktu baca 3 menit

Dirut Garuda Indonesia: Mandat Kami Jadi Pilar Ekonomi Bangsa

Keuangan Garuda Indonesia jadi sorotan setelah suara rekaman pertemuan internal antara manajemen dan karyawan pada 19 Mei 2021 bocor. Manajemen menyebut ada utang menggunung hingga Rp70 triliun. Padahal ekuitas Garuda negatif Rp 41 triliun. Maskapai itu diguncang turbulensi kencang.
Garuda sebenarnya sudah sakit sejak lama. Pandemi yang menghantam telak industri penerbangan memperparahnya. Angkutan udara sepi penumpang, padahal biaya sewa pesawat amat mahal. Beban keuangan perusahaan jadi bertumpuk.
Kini, pemerintah menggodok empat skema untuk menyelamatkan maskapai penerbangan nasional itu. Berikut wawancara kumparan dengan Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, Kamis (10/6).
Keuntungan berlangganan kumparan+
  • Ratusan konten premium dari pakar dan kreator terbaik Indonesia
  • Bahasan mendalam dengan kemasan memikat
  • Pengetahuan, hiburan, dan panduan yang solutif untuk hidupmu
Konten Premium kumparan+
Garuda memangkas sekurangnya 800 pegawai. Pandemi jadi pemicu, tapi masalah di internal Garuda sudah menumpuk sejak lama dan jadi bahaya laten bagi maskapai. Apakah Garuda perlu dan bisa diselamatkan? Simak selengkapnya pada daftar konten.