Dirut RSI: Korban Ledakan SMAN 72 Ada yang Gendang Telinganya Bolong Total

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Utama RSI Cempaka Putih dr. Pradono Handojo di RSI Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin (10/11/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Utama RSI Cempaka Putih dr. Pradono Handojo di RSI Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin (10/11/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Direktur Utama RSI Cempaka Putih, dr. Pradono Handojo, mengungkapkan, sebagian korban ledakan SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, mengalami luka serius pada bagian pendengaran.

Beberapa di antaranya bahkan mengalami kerusakan total pada gendang telinga. Para korban juga disebut mengalami trauma yang serius pada pendengaran.

“Ada yang mengalami bolong secara total untuk bagian gendang telinga dan juga ada yang sebagian. Dokter spesialis THT kami mengawasi dan kemudian mengobservasi,” kata Pradono saat ditemui di RSI Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin (10/11).

kumparan post embed

“Mudah-mudahan dalam dua minggu itu akan menyembuh sendiri. Namun kalau tidak, akan ada rencana tindak lanjutnya,” sambungnya.

Ia menjelaskan, hingga siang ini terdapat 13 korban yang masih dirawat di rumah sakit tersebut. Dari jumlah itu, 11 orang dirawat inap biasa, sementara dua lainnya dirawat di Intensive Care Unit (ICU) dan High Care Unit (HCU).

Jurnalis memotret korban ledakan SMA 72 yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (7/11/2025). Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA FOTO

“Kalau yang di ICU sama HCU kemungkinan tidak pulang hari ini karena kondisinya walaupun berangsur membaik. Tadi posisi tadi pagi, sudah mulai membuka mata yang di ICU, dan sudah bisa mulai menggerakkan tangan dan kakinya sesuai dengan perintah,” ujar Pradono.

“Dalam perjalanannya masih membutuhkan upaya recovery yang cukup banyak, karena luka bakar yang cukup banyak di daerah muka. Kemudian juga ada patah di daerah rahang atas dan juga beberapa hal yang lainnya, yang tidak memungkinkannya untuk bisa segera pulang,” lanjut dia.

Pradono menambahkan, sejak insiden pada Jumat (7/11), IGD RSI Cempaka Putih telah menerima total 49 korban, dengan sebagian besar sudah diperbolehkan pulang.

Situasi di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, Jakarta Timur, Jumat (7/11/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

“Yang (sisa) dirawat 13 orang ini, hampir semuanya kondisinya berangsur-angsur membaik ya, alhamdulilah,” kata Pradono.

“Untuk yang di paviliun rawat inap, semuanya sudah menjalani operasi. Ada operasi sejak hari Jumat itu, mulai operasi pertama dilakukan jam 15.00 WIB, dan 12 operasi ini baru selesai jam 00.30 WIB pagi hari Sabtu,” tutupnya.

Pelaku Peledakan: Siswa SMAN 72

Senapan yang ditemukan usai ledakan di masjid di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (7/11/2025). Foto: Dok. Istimewa

Sebelumnya, terjadi ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11). Insiden tersebut menyebabkan puluhan siswa mengalami luka bakar dan gangguan pendengaran.

Salah satu ledakan terjadi di masjid saat pelaksanaan salat Jumat.

Dalam olah TKP, petugas menemukan senjata mainan bertuliskan simbol dan nama-nama teroris penganut paham neo-Nazi.

Pelaku ledakan adalah seorang siswa di sekolah negeri itu yang saat ini juga masih dirawat di rumah sakit karena luka yang dideritanya.

Polisi masih menyelidiki motif serta asal mula bahan peledak — yang mengandung paku — yang digunakan siswa berusia 17 tahun itu.