Disdik DKI Sebut Orang Tua Siswi SMP Viral 'Darah Anak Palestina' Minta Maaf

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

Plt Kadisdik DKI, Budi Awaluddin. Foto: Jonathan Devin/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Plt Kadisdik DKI, Budi Awaluddin. Foto: Jonathan Devin/kumparan

Dinas Pendidikan DKI Jakarta angkat bicara terkait 4 siswi yang viral di sosial media menyebut makanan yang dimakannya adalah daging dan darah anak Palestina.

Plt Kadisdik DKI, Budi Awaluddin, menyatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan kepolisian, Kemenag, KPAI, Dinas PPAPP, dan juga para kepala sekolah siswi tersebut.

"Dan kami mengambil sikap, pertama kami atas nama orang tua siswa ya terkait video yang viral kemarin dan juga atas nama siswa-siswa mengucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian video yang viral dan menyinggung masyarakat Indonesia," ujar Budi di Kantor Disdik DKI Jakarta, Rabu (12/6).

"Oleh karenanya kami atas nama orang tua dan siswa mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya," tegas dia.

Budi mengeklaim pihaknya telah melakukan langkah-langkah untuk diberikan kepada para siswi bermasalah itu. Salah satunya adalah pembinaan.

"Kami siapkan dari Dinas PPAPP konselor dan juga dari Kanwil Kemenkumham dari Kepolisian dan juga dari Kesbangpol untuk melakukan pembinaan kepada adik-adik kita selama satu minggu di sekolah," ujarnya.

Sebelumnya, empat orang remaja perempuan viral di media sosial menyebut makanan yang dimakannya darah dan daging anak Palestina. Saat itu mereka tengah makan di rumah makan cepat saji. Video direkam salah satu teman mereka, namun perekam tidak masuk dalam video tersebut.

Meski begitu perekam video tersebut melakukan apa yang dilakukan oleh teman-temannya tersebut.

Terkait video ini SMPN 216 Jakarta buka suara. Salah satu pelaku siswi mereka.

"Kejadian tersebut terjadi di luar jam sekolah pada hari Minggu siang, 9 Juni 2024, setelah mereka pulang dari tempat ibadah dan makan siang di restoran cepat saji," tulis keterangan SMPN 216 Jakarta dalam akun Instagramnya, @smpn_216, dikutip Selasa (11/6).

SMPN 216 Jakarta mengkonfirmasi ada siswi mereka di peristiwa itu. Tapi tidak terekam dalam video tersebut.