Disdik DKI Tak Temukan Toilet Gender Netral Sekolah Internasional
·waktu baca 2 menit

Dinas Pendidikan DKI Jakarta telah mengecek langsung kabar sekolah internasional menyediakan toilet gender netral. Menurut temuan Disdik DKI, disebut tak ada toilet gender netral dan hanya ada 2 jenis toilet laki-laki dan perempuan.
Sebelumnya, selebriti sekaligus ayah dua anak, Daniel Mananta, khawatir karena mendapati sekolah internasional menyediakan toilet gender netral.
"Satuan pendidikan kerja sama (SPK), kan SMP itu ada 59, SMA-nya ada 43. Semuanya clear hanya ada 2 jenis toilet atau jamban, yaitu untuk laki-laki dan perempuan," kata Plt Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Purwosusilo dalam keterangannya dikutip Rabu (9/8).
Purwosusilo mengatakan, ke depannya, pengawas akan rutin memonitor ke sekolah. Ia lalu mengimbau sekolah-sekolah mengikuti aturan sarana dan pra sarana yang telah ditentukan Permendikbud No.24 Tahun 2007.
"Sarpras diatur dalam Permendikbud. Di dalam Permendikbud itu tidak bicara toilet, tapi namanya jamban. Jamban untuk berjenjang, SD, SMP, SMA itu berbeda-beda. Bedanya di mana? Bedanya perbandingan jumlah jamban dan jumlah luas/ruang," ujar Purwosusilo.
"Di sana jelas diakui bahwa untuk SMA itu, untuk siswa pria itu 1:40, untuk wanita itu jamban wanita 1:40/100:40. Artinya apa? Semua sekolah harus taat pada standar sarpras, berarti toilet hanya untuk pria saja, yang satunya untuk perempuan," ungkap Purwosusilo
Daniel Mananta mengaku terkejut dengan adanya toilet tiga gender, yakni perempuan, laki-laki, dan netral di sekolah. Terlebih, pihak sekolah mengatakan itu merupakan bentuk dukungan untuk pilihan setiap anak.
Bahkan, konselor sekolah juga bersedia menjaga informasi apa pun yang disampaikan anak dari orang tuanya.
“Pas saya lagi ke sekolahan tersebut, saya datang, saya ke resepsionisnya, di situ udah ada WC untuk laki, boys, perempuan, girls, dan gender netral,” ungkap Daniel saat berbincang dengan ulama Quraish Shihab di kanal YouTube-nya.
