Disdik Jateng Beri Tips Siswa Agar Diterima PPDB di Sekolah Impian

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi PPDB. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi PPDB. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

Masa pendaftaran peserta didik baru (PPDB) untuk sekolah tingkat SMA/SMK di Jawa Tengah akan dimulai pada 1 Juli. Informasi mengenai proses dan tata cara juga terus disosialisasikan oleh pemerintah daerah.

Kepala Disdikbud Jateng Jumeri memberikan tips agar peluang siswa diterima di sekolah impian lebih besar dengan sistem zonasi ini.

"Kalau siswa mendaftar lewat jalur zonasi, pilih 3-4 sekolah yang masih ada dalam zonasinya. Karena jika nantinya tidak diterima di sekolah pilihan pertama maka akan bergeser ke sekolah lainnya dalam zona," kata Jumeri kepada kumparan, Jumat (28/6).

Kemudian, bagi siswa yang memilih menggunakan jalur prestasi, maka pilihlah sekolah yang ada di luar zonasi. Sebagai contoh, seorang siswa yang tinggal di wilayah Kecamatan Banyumanik.

Siswa tersebut sejatinya bisa memilih sekolah yang berada di luar Kecamatan Banyumanik. Misalnya, di SMAN 3 Semarang, yang berada di Kecamatan Semarang Tengah.

Kepala Disdikbud Jateng, Jumeri. Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan

Jumeri juga menyarankan siswa yang menggunakan jalur prestasi itu tetap mendaftar di sekolah yang berada di zonasi tempat tinggalnya. Dalam hal ini, sekolah yang berada di Kecamatan Banyumanik adalah SMAN 4 Semarang.

Tujuannya adalah untuk mengantisipasi kemungkinan tidak diterima di sekolah yang diinginkan siswa itu.

"Dengan cara itu jika tidak diterima prestasi luar zona di SMAN 3 Semarang, maka secara otomatis atau by system bergeser ke prestasi dalam zona di SMAN 4 Semarang. Jika tergeser dari SMAN 4 Semarang, masih ada kesempatan di SMAN 9 Semarang yang masih satu zonasi," jelas Jumeri.

Dengan demikian, siswa tidak perlu khawatir tidak diterima di sekolah pilihan. Hanya saja, sistem PPDB 2019 secara otomatis mengeliminasi siswa jika ada tempat tinggalnya lebih dekat dengan sekolah.

"Secara otomatis alatnya ini membaca zona. Jaraknya dihitung dari kelurahan ke sekolah. Tapi kalau dalam prosesnya dia sampai tersingkir, otomatis akan disalurkan ke sekolah lain dalam zona yang kuotanya masih tersedia," katanya.

Sementara, hingga Kamis (27/6) tadi malam, berdasarkan catatan Disdikbud Jateng, jumlah akun pendaftar yang diverifikasi lebih banyak dari daya tampung seluruh sekolah yang ada di Jawa Tengah.

"Daya tampung SMA 116.058 siswa, yang sudah verifikasi sampai 15.30 kemarin sudah 123.093 peserta. Untuk SMK yang verifikasi 123.825 peserta, daya tampungnya 100.803 siswa," jelas Jumeri. Tahapan PPDB tingkat SMA/SMK di Jawa Tengah sampai dengan Jumat (28/6) adalah pengambilan token akun. Token akun ini nantinya untuk mendaftar secara online pada 1 Juli 2019 sampai 5 Juli 2019.

kumparan post embed

kumparan post embed