Dishub Bali Batasi Kendaraan ke Toko Oleh-oleh Sekitar Bandara untuk Cegah Macet

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wisatawan berjalan kaki dari tol menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mengejar jadwal penerbangan, akibat kemacetan parah di Taman Bundaran Bandara Ngurah Rai, Bali, Jumat (29/12/2023). Foto: Instagram/@infodenpasar
zoom-in-whitePerbesar
Wisatawan berjalan kaki dari tol menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mengejar jadwal penerbangan, akibat kemacetan parah di Taman Bundaran Bandara Ngurah Rai, Bali, Jumat (29/12/2023). Foto: Instagram/@infodenpasar

Polisi menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mencegah kemacetan di sekitar bandara Ngurah Rai, Bali. Salah satu bagian dalam rekayasa itu ialah menutup seluruh akses ke tempat perbelanjaan dan restoran di By Pass dan sepanjang Jalan Raya Tuban.

Terkait penutupan akses tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bali IGW Samsi Sunarta, mengatakan penutupan yang dimaksud adalah pembatasan pergerakan kendaraan yang masuk ke area toko oleh-oleh dan restoran.

Salah satu penyebab kemacetan adalah antrean keluar masuk atau berhentinya bus atau kendaraan ke toko oleh-oleh dan restoran. Antrean kendaraan ini biasanya bisa sampai menjalar ke jalan raya utama.

Sehingga, apabila terjadi kemacetan maka petugas akan mengarahkan kendaraan tak mengantre atau mencari restoran atau toko oleh-oleh lain. Toko oleh-oleh ini biasanya memiliki cabang di daerah lain.

Petugas akan mengutamakan kendaraan yang melintas ke arah Bandara Ngurah Rai.

"Mungkin tidak ditutup ya tetapi aksesnya kita pastikan, orang tidak bisa mengakses dulu kalau macet. Jadi (pergerakan kendaraan) harus lancar dulu. Otomatis (toko oleh-oleh atau restoran) dia enggak dapat tamu kalau memang harus (menunggu) lancar dulu," katanya saat ditemui di kantornya, Selasa (24/12).

"Dan itu akan dilihat dari dinamika lapangan. Situasional, yang jelas kita mengupayakan supaya kemacetan ke arah bandara tidak fatal," katanya.

Samsi mengaku sudah mensosialisasikan rencana pembatasan akses kepada pihak toko oleh-oleh dan restoran di sekitar Jalan By Pass. Samsi enggan membeberkan soal tanggapan pihak toko oleh-oleh dan restoran terkait hal ini.

Menurutnya, walau tak ada pembatasan akses, pembeli juga akan kesulitan masuk ke area toko dan restoran saat macet terjadi. "Orang sibuk ngurusin macet mau jualan kan lucu," sambungnya.

Selain pembatasan masuk ke area toko oleh-oleh dan restoran, Dishub berencana melakukan rekayasa lalu lintas dengan satu jalur mulai dari jalan Sunset Road hingga Jalan Raya Kuta mengantisipasi kemacetan di menuju bandara.

Adapun rekayasa lalu lintas tersebut sebagai berikut:

  1. Rute kendaraan pada simpang Tahura atau depan Pura Karangasem dialihkan menuju underpass Utara Tahura.

  2. Arus dari arah Bandara Ngurah Rai diarahkan menuju Tol dan menuju Nusa Dua lewat arteri atau menuju Simpang Dewa Ruci

  3. Penutupan median Imp Kelan dan pengaturan pada Underpass Selatan Tahura

  4. Penutupan seluruh akses perbelanjaan dan rumah makan pada By pass dari arah Bundaran Tahura menuju utara ke arah Dewa Ruci;

  5. Prioritas kendaraan menuju Bandara pada TL Benoa Square untuk melancarkan arus Lalin di Bundaran Tahura agar bisa bergerak.

Alternatif kedua :

  1. Pengalihan arus lalu lintas pada Simpang Sanggaran menuju Bandara dan Nusa Dua diarahkan menuju Tol Bali Mandara (delay system)

  2. Pengalihan arus lalu lintas pada Simpang Flores II untuk kendaraan menuju Bandara dan denpasar diarahkan melalui Jalan Tol Bali Mandara (delay system);

  3. Pengalihan arus lalu lintas pada Simpang Dewa Ruci diarahkan menuju simpang Sanggaran lanjut menuju Tol Bali Mandara

  4. Penutupan arus dari arah utara pada Jalan Raya Tuban;

  5. Penutupan seluruh akses perbelanjaan dan rumah makan sepanjang Jalan Raya Tuban

  6. Pengalihan arus lalu lintas pada simpang Benoa Square diarahkan kembali ke Jalan Raya Jimbaran.

  7. Penutupan akses Jalan di TL Mertanadi Timur.

Jika terjadi kemacetan di kawasan Bandara Internasional Ngurah Rai Bali, berikut skenarionya:

  1. Arus lalin pada simpang Hotel Harris yang mengarah ke timur dilakukan penutupan, sehingga kendaraan yang keluar dari gate keluar utara akan diarahkan belok ke utara mengarah ke Jalan Dewi sartika.

  2. Dilakukan penutupan terhadap seluruh median di sepanjang jalur Bandara.

  3. Arus lalin dari utara pada TL Polsek kuta dialihkan ke barat menuju Jalan Kediri.

  4. Perpanjang interval TL Tuban dari arah Bandara ke barat.

  5. Bundaran Tahura: Arus yang datang dari arah Dewa ruci (utara) hendak menuju Bandara, akan di arahkan lurus ke arah selatan melalui underpass Utara Tahura dan memutar di TL Benoa square selanjutnya pada bundaran Tahura belok kiri arah Bandara.