Dishub DKI Evaluasi U-Turn Jalan Satrio Ditutup Bikin Macet

5 Desember 2019 19:05 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Uji coba penutupan U-Turn bawah Flyover Satrio, Jakarta Selatan. Foto: Dok. Dinas Perhubungan DKI Jakarta
zoom-in-whitePerbesar
Uji coba penutupan U-Turn bawah Flyover Satrio, Jakarta Selatan. Foto: Dok. Dinas Perhubungan DKI Jakarta
ADVERTISEMENT
Dishub DKI Jakarta memutuskan untuk menutup akses putar balik atau u-turn di bawah flyover Jalan Dr Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan. Penutupan yang semula dilakukan untuk mengurai kemacetan justru diprotes karena dianggap semakin macet.
ADVERTISEMENT
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo, akan terus mengevaluasi kondisi lalu lintas di lokasi setelah u-turn Jalan Dr Satrio ditutup. Dia menegaskan, penutupan ini semata untuk mengurai kemacetan di lokasi yang belakangan dikeluhkan, bahkan oleh Presiden Jokowi.
Uji coba penutupan U-Turn bawah Flyover Satrio, Jakarta Selatan. Foto: Dok. Dinas Perhubungan DKI Jakarta
“Dicoba sambil kita evaluasi. Artinya sebenarnya kan tujuannya kita ingin menghadirkan kelancaran lalu lintas di kawasan itu,” ungkap Syafrin di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Kamis (5/12).
Jalan Satrio memang tengah menjadi sorotan karena kemacetan semakin parah. Di lokasi itu, tengah dibangun pelebaran trotoar. Hal ini membuat ruas jalan berkurang.
Kemacetan di Jalan Satrio ini juga sempat dikeluhkan oleh Presiden Jokowi. Jokowi sempat terjebak 30 menit tak bisa bergerak karena macet.
Kadishub DKI, Syafrin Liputo di Balai Kota DKI Jakarta. Foto: Andreas RIckt Febrian/kumparan
Untuk itu, Dishub memutuskan untuk menutup u-turn Jalan Satrio ditutup. Dengan begitu, kendaraan dari arah Sudirman menuju Kuningan tidak perlu terhambat kendaraan dari Kuningan yang putar balik u-turn itu. Sehingga tidak ada perlambatan karena pertemuan dua arus kendaraan itu.
ADVERTISEMENT
“Satu satunya cara adalah kita lakukan penutupan di sana, kemudian arus dari kiri ke arah Jalan Dr Satrio sifatnya menerus, enggak ada hambatan,” tambah dia.
Uji coba penutupan U-Turn bawah Flyover Satrio, Jakarta Selatan. Foto: Dok. Dinas Perhubungan DKI Jakarta
Syafrin mengatakan, pihaknya akan terus mensosialisasikan kebijakan ini kepada warga. Paling tidak, hasilnya akan dievaluasi dua minggu ke depan.
“Biasanya kita lihat dalam seminggu dua minggu ke depan. Teknisnya sepeti apa di sana,” tutur Syafrin.
Meski ditutup untuk kendaraan pribadi, kata Syafrin, u-turn Jalan Dr Satrio masih boleh untuk dilalui oleh Transjakarta.
“Dia (bus TransJ) boleh, karena sifatnya pelayanan. Jadi dia tetap memberikan layanan untuk muter di situ,” ujarnya.
Uji coba penutupan U-Turn bawah Flyover Satrio, Jakarta Selatan. Foto: Dok. Dinas Perhubungan DKI Jakarta
Diberitakan sebelumnya, Dishub DKI Jakarta melakukan uji coba rekayasa lalu lintas di sekitar Flyover Jalan Satrio, Jakarta Selatan. Rekayasa dilakukan dengan menutup U-Turn atau putaran balik di kolong flyover.
ADVERTISEMENT
Uji coba ini mulai dilakukan hari ini, Rabu (4/12). Berdasarkan keterangan resmi Dishub DKI, penutupan ini dilakukan untuk mengurangi kemacetan di kolong Flyover Jalan Satrio.
Saat ini, petugas Dishub telah memasang spanduk di lokasi terkait uji coba penutupan U-Turn kolong Flyover Satrio.
Pengguna jalan yang akan berputar menuju Flyover Satrio dapat menggunakan putaran balik di City Walk, Jakarta Pusat.
Selain itu, Dishub DKI juga tengah memasang traffic cone atau kerucut lalu lintas. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan persimpangan kendaraan dari Jalan Karet Pasar Baru Barat IV yang akan berputar di putaran balik City Walk.