Dishub Yogya Uji Coba Malioboro Bebas Kendaraan saat PKL Berjualan

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana di pedestrian Malioboro, Jumat (7/2). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di pedestrian Malioboro, Jumat (7/2). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta kembali menggelar uji coba bebas kendaraan di Malioboro, Jumat (7/2). Uji coba kali ini dilakukan saat para pedagang dan PKL berjualan.

“Ini baru uji coba sifatnya. Berapa kali lagi belum tahu bergantung kebijakan yang akan dilakukan, karena kemarin kan dicoba yang Selasa Wage (pedagang libur). Terus diambil dari weekend kayak apa, long weekend kayak apa, ini masih dievaluasi terus,” kata Kabid Pengendalian Operasional Dishub Kota Yogyakarta Asung Waluyo, Jumat (7/2).

Menurut Asung, uji coba kali ini merupakan kondisi nyata jika semi pedestrian Malioboro diberlakukan. Di hari kerja dan pedagang penuh, dapat terlihat lalu lintas Jalan Malioboro dan jalan sekitarnya.

Suasana di pedestrian Malioboro, Jumat (7/2). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

“Diambil tempat untuk pengambilan sampelnya di hari yang sepi dan hari yang ramai bagaimana. Itu Selasa Wage jadi event (seni) itu kan jadi tidak kena sasaran (melihat kepadatan lalu lintas). Jadi bahan kajian juga. Diambil hari-hari yang nanti bisa untuk betul-betul terasa pedestriannya. Skenario yang akan datang bisa dibayangkan,” ujarnya.

Lanjut Asung, yang selanjutnya diuji coba tinggal saat weekend dengan pedagang tetap buka.

“Kalau weekdays aman. Kurangnya tinggal Sabtu Minggu saja. Ini masih menunggu berapa kalinya lagi. Nanti kalau benar-benar sudah siap,” katanya.

Suasana di pedestrian Malioboro, Jumat (7/2). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Sementara evaluasi pada pelaksanaan uji coba kali ini hasilnya bagus. Para wisatawan pun berkomentar positif tentang uji coba ini.

“Hasilnya bagus. Kita dapat testimoni juga dari wisatawan. Khususnya yang dari luar. Enak dan bisa menikmati Malioboro. Karena, lebih lengang,” ujarnya.

Sementara untuk kondisi lalu lintas tergolong landai. Meski begitu Dishub secara berkala terus melakukan kajian agar lalu lintas bisa tetap lancar.

“Nanti dari kajian yang selama ini, yang penting tidak sampai masuk ke area Malioboro. Jadi bisa dua arah sirip-sirip itu. Hanya nanti itu juga akan dikaji, kalau tidak memungkinkan ya otomatis satu arah. Jangan sampai warga kepentingannya terhenti juga,” ujarnya.

“Jalan-jalan sirip-sirip samping ini kemacetan masih landai. Walau sudah menyiapkan untuk pengaturan satu arah juga,” katanya.

Terkait berapa kali uji coba masih akan dilakukan, Asung mengaku masih menunggu kebijakan dari pimpinan. Yang jelas sejauh ini sarana dan prasarana hingga personel telah mencukupi

“Ini untuk andong, parkiran becak, sudah disiapkan (parkiran),” ujar dia.

kumparan post embed