News
·
28 Agustus 2020 14:52

Disidak Kemenag Serang, Pondok IBBAS Klaim Tak Ada Masalah Visa Santri di Kairo

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Disidak Kemenag Serang, Pondok IBBAS Klaim Tak Ada Masalah Visa Santri di Kairo (7198)
kunjungan Kemenag Serang ke Pondok IBBAS Serang. Foto: Kemenang Serang
Kementerian Agama (Kemenag) Kota Serang telah mengunjungi Pondok IBBAS yang berlokasi di Jalan Takari Km 05 RT. 001 RW. 001 Kampung Taktakan, Kelurahan Taktakan, Kecamatan Taktakan Kota Serang.
ADVERTISEMENT
Kunjungan itu dalam rangka monitoring sekaligus mengklarifikasi soal konflik Pondok IBBAS Kairo, Mesir, dengan sejumlah wali santri.
Pondok IBBAS Kairo merupakan bagian dari Pondok Pesantren IBBAS di Serang, Banten. Mereka mengirimkan santrinya mulai dari tingkat SMP hingga SMA sejak 2015 ke Mesir agar bisa melanjutkan kuliah di Universitas Al Azhar, Kairo.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menduga ada penyalahgunaan visa para santri Pondok IBBAS Kairo. Sebab visa yang digunakan para santri itu bukanlah visa pelajar sehingga menyebabkan para santri over stay. Selain itu pengiriman santri itu bisa dikatakan ilegal karena tidak melalui jalur resmi yang ada di Kemenag.
Kepala Kantor Kemenag Kota Serang, Lukmanul Hakim, mengatakan dalam monitoring di Pondok IBBAS, ada sejumlah point yang mereka dapat. Mulai dari pengiriman santri yang tidak menggunakan visa pelajar hingga pondok itu terdaftar resmi di Kemenag.
ADVERTISEMENT
Terkait dengan sejumlah masalah yang ada di Pondok IBBAS Kairo, Lukmanul mengatakan pimpinan Pondok IBBAS Serang yakni Wijaksana Santoso tidak menyampaikan hal itu kepada tim monitoring. Bahkan Wijaksana menyebut selama ini proses pemberangkatan santri ke Mesir berjalan lancar.
"Pimpinan pondok enggak cerita terkait ada santri yang telantar. Jadi ceritanya mulus lah, tidak ada masalah di sana," kata Lukmanul saat dihubungi, Jumat (28/8).
Lukmanul menambahkan, Wijaksana juga bercerita jika ada lawyer di Pondok IBBAS Kairo. Lawyer itu disebut akan membantu Pondok IBBAS Kairo jika terjerat masalah
"Ya tidak ada masalah karena apa? Dari pembicaraannya di sana ada lawyer katanya jadi semacam biro jasa dari cerita beliau," ucap Lukmanul.
"Tapi kan itu cerita (Wijaksana) bisa nyata, bisa tidak. Kalau kan yang menyalahi aturan itu karena oknum ya, visanya visa wisata akhirnya dia berusaha jadi visa belajar itu bisa disimpulkan lah ibarat SIM A digunakan untuk motor boleh atau engga? Itu perbandingannya,"

Tak Terlihat Ada Aktivitas Santri di Pondok IBBAS Serang

Lukmanul mengatakan, monitoring itu dilakukan pada Kamis (27/8) sekitar pukul 13.30 WIB. Dirinya didampingi oleh Kasi Pakis Kankemenag Kota Serang Wasit, dan dua Staf Seksi Pakis.
ADVERTISEMENT
Selama kunjungan itu, Lukmanul mengaku tidak melihat ada santri di Pondok IBBAS Serang.
"Kemarin itu situasi habis siang posisinya sepi, tapi saya lihat banyak jemuran ya kemungkinan santrinya ada tapi jumlahnya saya enggak lihat langsung. Tapi saya lihat jemurannya banyak," ucap Lukmanul.
Sejauh ini Lukmanul mengaku belum bisa mengambil kesimpulan apakah Pondok IBBAS dinyatakan bersalah dalam konflik ini. Kemenag Kota Serang masih menyusun laporan resmi terkait hasil kunjungan itu di mana laporannya akan disampaikan ke Kanwil Banten dan Kemenag RI untuk ditindak lanjuti.
"Kita nanti lapor ke kanwil setelah kanwil, kanwil lapor ke pusat karena ini sudah libatkan menlu kelihatannya, kalau kita menunggu perintah apa yang harus dilakukan Kemenag Serang ya kita manut yang penting tidak melanggar aturan dan sesuai aturan, kita tunggu perintah," tutup dia.
ADVERTISEMENT

Konfirmasi dari Pondok IBBAS soal Monitoring Kemenag

Mengenai kunjungan Kemenag Kota Serang, kumparan sudah menghubungi Wijaksana. Sayangnya, dia tidak bersedia memberikan banyak komentar.
"Baiknya tanya Kemenag saja," kata Wijaksana.
Selain itu Wijaksana juga belum bersedia memberikan klarifikasi lengkap terkait masalah ini. Wijaksana menjanjikan akan segera memberikan klarifikasi. Hingga Jumat (28/8), pihak Wijaksana belum juga memberikan klarifikasi.