kumparan
11 Februari 2020 14:14

Dispar soal Media Asing Sebut Bali Bak Kota Hantu karena Corona: Hoaks

Kepala Dinas Pariwisata Bali, Putu Astawa. Foto: Denita BR Matondang/kumparan
Kepala Dinas Pariwisata Bali Putu Astawa menanggapi tudingan pemberitaan media asal Inggris, Daily Mail, yang menyebutkan Bali sepi bak kota hantu karena virus corona. Astawa menganggap artikel itu hoaks.
ADVERTISEMENT
Dalam situsnya, Daily Mail mengangkat tajuk 'Bali is transformed from a tourist Mecca to a ghost town as Chinese tourists are banned because of the spread of coronavirus'.
"Bali seperti yang diberitakan diibaratkan seperti kota hantu karena sepi wisatawan adalah hoaks," kata Putu Astawa dalam keterangan persnya, Selasa (11/2).
Dia mengatakan, memang ada penurunan jumlah kunjungan turis karena corona, tetapi spesifik asal China. Meski demikian, jumlah kunjungan turis dari negara lain masih stabil.
"Penurunan wisatawan memang terjadi, tapi itu khusus market Tiongkok saja, sekitar 25-27%, sementara market yang lain masih on schedule, belum ada yang cancel," kata dia.
Ilustrasi Masyarakat Bali Foto: Shutter Stock
Dia mengatakan, rata-rata kunjungan turis asing yang berlibur ke Bali setiap tahun mendekati angka 6.3 juta orang. Jumlah wisatawan asal China sekitar 1,2 juta orang.
ADVERTISEMENT
"Saya menekankan, pengurangan hanya terjadi di angka 1 jutaan tersebut, namun untuk angka yang lain masih relatif aman. Karena kasus ini kita akan gaet wisatawan Eropa, Australia atau Amerika untuk datang ke Bali,” ujar Astawa.
Astawa mengaku telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menggaet sejumlah wisatawan dari luar negeri. Di antaranya, menyediakan diskon pariwisata seperti yang digaungkan oleh Menteri Pariwisata, Wishnutama.
Diskon yang dimaksud adalah diskon tiket penerbangan, hotel, travel agent, hingga atraksi wisata.
“Untuk itu kita perlu berkoordinasi dengan stake holder terkait dan asosiasi pariwisata. Selain itu kita juga telah bersurat ke Presiden RI untuk mengadakan rapat-rapat internasional ke Bali, demi membangun citra pariwisata Bali yang positif. Setelah pertemuan ini sepertinya mereka setuju, semoga ini bisa berjalan dengan baik,” kata Astawa.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan