Dispora DKI Punya Gedung Baru 7 Lantai, Ada Gym sampai e-Sport
·waktu baca 2 menit

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meresmikan Gedung Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) yang baru, di Jalan Jati Negara, Jakarta Timur, Jumat (8/5).
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat meresmikan gedung tersebut mengaku kagum begitu pertama kali masuk. Menurutnya, gedung ini jauh berbeda dari kesan kantor pemerintahan pada umumnya.
“Jujur saya surprise dan kagum karena apa? Karena gedungnya biasanya yang namanya gedung-gedung pemerintahan itu kan kaku, birokrasi banget. Dan ini berbeda sekali,” kata Pramono.
Ia menyebut gedung ini sebagai cerminan fasilitas olahraga masa depan.
“Tadi ada yang untuk laktasi, ada untuk coworking space, ada untuk sports system hall. Gedungnya menurut saya adalah inilah cermin gedung olahraga masa depan, modern,” ujarnya.
Namun di balik apresiasi itu, Pramono langsung memasang target. Ia menegaskan fasilitas semewah ini harus berbanding lurus dengan prestasi atletnya.
“Masa punya gedung kayak gini enggak juara POMNAS? Enggak juara PON? Percuma kalau enggak juara PON,” tegasnya.
Kepala Dispora DKI Jakarta, Andri Yansyah, menjelaskan gedung ini dibangun pada tahun anggaran 2024 dan rampung pada 2025 dengan skema design and build untuk desain interiornya.
“Secara umum lingkup pekerjaan yang dilakukan untuk gedung kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta terdiri dari tujuh lantai,” ujar Andri.
Ia merinci, lantai satu difungsikan sebagai area lobi. Lantai dua dilengkapi ruang gym, ruang e-sport, laktasi, day care, musala, dan klinik.
Lantai tiga dijadikan area komunal untuk kegiatan kepemudaan, sementara lantai empat diperuntukkan bagi ruang rapat, ruang tamu, serta ruang kepala dinas dan sekretaris dinas.
Sementara lantai lima dan enam diisi ruang kepala bidang, dan lantai tujuh difungsikan sebagai gelanggang olahraga untuk pembinaan atlet.
“Di lantai tujuh gelanggang olahraga yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pembinaan olahraga,” kata Andri.
Andri berharap gedung ini bisa menjadi simbol wajah baru pengelolaan olahraga di ibu kota.
“Inilah cermin gedung olahraga masa depan yang betul-betul menunjukkan yang berbeda dengan gedung-gedung yang biasa dan tidak terlalu menonjolkan birokrasi yang berlebihan,” kata Andri.
