Distribusi Logistik Terganggu Imbas Sinkhole 8 Meter di Jalur Denpasar-Gilimanuk
·waktu baca 2 menit

Sekretaris Daerah (Sekda) Bali Dewa Made Indra menyebut distribusi logistik dan ekspedisi terganggu akibat amblasnya Jalan Denpasar-Gilimanuk. Amblasnya jalan nasional itu membuat sinkhole atau lubang besar sedalam 8 meter.
Made Indra mengatakan, jalan tersebut merupakan jalur utama penghubung wilayah timur dan barat Bali. Jalan ini juga jalur utama perjalanan darat bagi pengendara Jawa-Bali.
"Kerusakan jalan nasional di Desa Bajera, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan, yang disebabkan oleh amblasnya gorong-gorong di bawah badan jalan, berdampak pada kelancaran distribusi barang. Kami sudah menerima laporan dari semua pihak," katanya di Pemprov Bali, Rabu (16/7).
Made Indra mengaku pemerintah sudah mengutamakan kendaraan pengangkut logistik untuk menjaga stabilitas ketersediaan dan harga kebutuhan pokok. Dia memastikan ketersediaan kebutuhan pokok di Bali aman.
Menurutnya, kenaikan harga komoditas seperti bawang merah, telur, dan cabai besar masih dalam kisaran wajar dan terkendali.
"Distribusi BBM, LPG, dan berbagai komoditas lainnya sempat mengalami tantangan. Namun berkat kerja keras dan antisipasi cepat semua stakeholder, distribusi tetap terjaga," sambungnya.
Made Indra mengaku sudah memerintahkan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali mempercepat perbaikan. Ditargetkan jalur Denpasar-Gilimanuk bisa dilalui pada pekan depan.
"Semoga dalam waktu dekat jalur ini sudah bisa dibuka agar distribusi kembali normal. Harapan kami minggu ini jalur sudah bisa dibuka kembali untuk operasional,” sambungnya.
Bentuk perbaikan jalan adalah dengan mengganti cross drain menggunakan box culvert berukuran 2 x 2 meter, perkuatan struktur, timbunan material granular, pemasangan geotekstil, dan pengecoran beton.
Terpisah, Sales Branch Manager Rayon III Bali Pertamina, Made Bulan Asasia Binov mengatakan, truk pertamina melintas melalui rute utara Bali dari Jawa untuk pasokan BBM dan LPG. Yakni, Kabupaten Buleleng dan Karangasem. Dia memastikan tak ada kekosongan pasokan BBM maupun LPG di Bali.
"Meskipun terjadi pengalihan jalur pengiriman ke arah utara, Depot Manggis dan Sanggaran tetap siaga, termasuk pada hari libur, untuk memastikan distribusi tetap lancar ke wilayah terdampak. Sampai saat ini tidak ada kekosongan pasokan di SPBU," katanya.
