Ditangkap Polisi saat Hendak Tawuran, 9 Remaja di Semarang Nangis di Depan Ortu

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumah remaja pelaku tawuran saat sungkem kepada orang tuanya, usai ditangkap polisi. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Sejumah remaja pelaku tawuran saat sungkem kepada orang tuanya, usai ditangkap polisi. Foto: Dok. Istimewa

Polsek Tembalang Kota Semarang memiliki cara unik dalam memberikan efek jera kepada 9 remaja pelaku tawuran. Mereka diminta sungkem kepada orang tuanya setelah ditangkap polisi, Minggu (18/4) dini hari tadi.

Para remaja yang ditangkap tersebut rata-rata masih duduk di bangku SMP. Mereka diketahui hendak tawuran karena membawa sarung dengan batu bata di dalamnya.

"Ada anak-anak bawa sarung (dengan pemberat di ujungnya). Indikasinya mau tawuran di Kedung Mundu Raya. Kanit Reskrim Polsek Tembalang dan anggota ke lokasi menggunakan kendaraan," ujar Kapolsek Tembalang, Kompol R Arsadi, Minggu (18/4).

Sejumah remaja pelaku tawuran saat sungkem kepada orang tuanya, usai ditangkap polisi. Foto: Dok. Istimewa

Saat diamankan, sembilan remaja tanggung itu menyebut dirinya berasal dari dua geng yang berbeda. Yakni Geng Candi, dan Geng Selatan Stres.

"Ditangkap pertama 5 orang, satu geng dari Geng Candi. Kemudian 4 orang lagi dari Selatan Stres," jelas dia.

Sejumah remaja pelaku tawuran saat sungkem kepada orang tuanya, usai ditangkap polisi. Foto: Dok. Istimewa

Dia menjelaskan, hukuman sungkem ini merupakan bentuk pembinaan agar mereka tidak mengulangi perbuatannya. Apalagi mereka tidak dilakukan penahanan.

"Di sini laksanakan pendataan dan pembinaan, panggil orang tua, buat pernyataan dan sungkem orang tua. Kan para orang tua ini tidak berharap anaknya kayak gini. Setelah ini serahkan ke orang tuanya," jelas dia.

Sejumah remaja pelaku tawuran saat sungkem kepada orang tuanya, usai ditangkap polisi. Foto: Dok. Istimewa

Para gengster cilik itu pun terlihat khusyuk meminta maaf kepada orang tuanya atas perbuatan mereka. Beberapa anak terlihat meminta maaf hingga berlinang air mata.

Mereka berjanji tidak akan mengulangi perbuatan buruknya melakukan tawuran, terlebih di bulan suci Ramadhan.