Ditemukannya Bagian dari Black Box Lion Air Setelah 4 Hari Penyelaman

Black box Lion Air akhirnya berhasil ditemukan di kedalaman 30 meter perairan Ujung Karawang, Jawa Barat. Black box yang ditemukan merupakan bagian Flight Data Recorder (FDR). Penemuan merupakan hasil pencarian selama empat hari sejak jatuhnya pesawat nahas itu pada Senin (29/10). Benda itu akan mengungkap penyebab kecelakaan maskapai penerbangan yang berlambang singa merah tersebut.
Awal ditemukanya black box Lion Air JT-610 itu disampaikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto usai meninjau lokasi pencarian jatuhnya pesawat di Perairan Ujung Karawang, Jawa Barat. Saat itu, ia meninjau bersama dengan Kabasarnas dan tim gabungan lainnya.
Kala itu, Hadi mengaku mendengar sendiri suara sinyal yang dipancarkan oleh black box. Sinyal ini ditangkap menggunakan alat ping locater milik Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang bisa digunakan untuk menangkap sinyal emergency locator transmitter (ELT) dari black box pesawat.
Menurutnya, dua sinyal yang terdengar, tidak semuanya bersuara keras. "Kita menemukan suara ping dari balck box bunyi ping-nya dua. Itu direkam saya dengar sendiri dan ini memang suara dari black box," kata Hadi saat konferensi pers di JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (31/10).
Sehari berselang, puluhan penyelam dari TNI AL, Basarnas dan tim lainnya kembali melakukan penyelaman untuk mencari black box dan badan pesawat tersebut. Setelah melakukan pencarian, akhirnya tim gabungan itu menemukan black box Lion Air JT-610 dalam kondisi utuh. Benda itu ditemukan oleh penyelam dari prajurit Intai Amfibi (Taifib) Marinir TNI AL, Sertu Hendra.

Hendra beserta penyelam lainnya mengaku sempat putus asa, tapi dengan mengikuti petunjuk alat yang digunakan. Ia mulai menemukan serpihan-serpihan pesawat. Setelah dibongkar, ia menemukan sinyal yang menandakan keberadaan black box.
"Kami kecilkan sensitifnya hingga area semakin mengecil, lalu pada tempat alatnya menimbulkan reaksi sensitif, kami gali, gali, kami mendapatkan black box-nya," kata Hendra menceritakan proses penemuan black box, Kamis (1/11).
Menurut investigator KNKT, Bambang Irawan,black box yang ditemukan merupakan bagian Flight Data Recorder (FDR). Dia menyebutkan, black box di setiap pesawat terdiri atas dua bagian, yakni FDR dan Cocpit Voice Recorder (CVR).

Sementara, Kepala Basarnas Marsekal Madya M Syaugi menjelaskan, FDR berisi data penerbangan, seperti ketinggian pesawat, kecepatan pesawat, hingga lokasi pesawat. Sedangkan, CVR berisi percakapan antara pilot dengan co-pilot, pilot dengan petugas ATC, dan seterusnya.
Syaugi menyatakan, setelah FDR ditemukan, maka tim gabungan akan melakukan pencarian terhadap CVR. Lokasi pencarian di sekitar lokasi penemuan FDR Lion Air PK-LQP. Selain itu, ia menegaskan bahwa pencarian korban tetap menjadi prioritas utama.
Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan (Teksurla) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) M Ilyas mengungkapkan, kapal Baruna Jaya I, telah menangkap sinyal yang diduga berasal dari CVR.
Menurutnya, lokasi asal sinyal diduga CVR tersebut berada sekitar 300 meter dari lokasi penemuan FDR. Posisinya berada ke di sisi utara titik lost contact.
Namun, ia mengungkapkan sedikit kendala dalam pencarian CVR ini. Sebab, ada pipa milik pertamina, sehingga pihaknya tidak bisa menurunkan jangkar sebagai salah satu cara melakukan pencarian di lokasi tersebut.
Keberadaan pipa Pertamina, kata Ilyas, membuat alat pencari objek bawah laut atau remotely operated vehicle (ROV) berjarak 550 meter dari titik yang diduga tempat CVR berada. Kondisi tersebut membuat pencarian sulit, karena jarak dan arus yang besar.
"Kapalnya harus berpindah dari lokasi yang kita memang anggap adalah potensi distribusi banyaknya pecahan-pecahan pesawat, sesuai dengan hasil scan sonar kami,” jelas Ilyas.

Selain pencarian CVR, saat ini FDR yang merupakan bagian dari black box yang telah ditemukan, sedang diproses lebih lanjut di laboratorium KNKT. Salah satu prosesnya yaitu pengunduhan data dari benda tersebut. Proses itu setidaknya dibutuhkan waktu sekitar dua minggu. Apabila kedua bagian black box ditemukan, maka penyebab dan hal lain yang berkaitan dengan jatuhnya pesawat Lion Air itu akan dapat terungkap.
FDR bagian black box Lion Air yang ditemukan berwarna orange. Benda itu diangkat Sertu Hendra sekitar pukul 10.15 WIB, Kamis (1/11).

Lion Air JT-610 yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Depati Amir, Pangkalpinang, jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat pada Senin (29/10). Pesawat itu mengangkut 191 penumpang, awak pesawat, dan pilot. Hingga saat ini, belum ada kabar penumpang yang selamat. Sementara sudah ada 65 kantong jenazah yang telah di temukan. Namun, baru satu korban yang berhasil diidentifikasi atas nama Jannatun Cintya Dewi, warga Sidoarjo, Jawa Timur.

