Diteror karena Lawan Bandar Narkoba, Halimah Guru Ngaji Kini Dapat Hadiah Umrah
ยทwaktu baca 4 menit

Perjuangan guru ngaji bernama Halimah Tusadiyah tidak sia-sia saat melawan bandar narkoba di kampungnya di Dusun Rantau Panjang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang.
Ia menerima banyak bantuan dari tokoh masyarakat seperti Al-Quran dan perlengkapan rumah tahfiz lainnya. Juga mendapat perlindungan dari pihak kepolisian usai dia dan rumahnya diteror.
Kali ini, Halimah mendapatkan hadiah umrah dari pimpinan DPRD Deli Serdang. Ia pun mengucapkan terima kasih.
"Saya sangat berterima kasih kepada Bapak DPRD Deli Serdang dan anggota-anggota lainnya," kata Halimah saat dihubungi, Jumat (29/5).
Halimah menceritakan awal dirinya mendapatkan hadiah umrah dari DPRD Deli Serdang. Saat itu, pada Kamis (28/5), awalnya dia diberikan tiket kurban yang dimenangkan oleh temannya dalam kuis yang diselenggarakan oleh DPRD Deli Serdang. Kemudian, temannya bernama Wan Mahadi memberikan tiket kurban tersebut kepada Halimah.
Pertemuan itu pun tidak disangka-sangka oleh Halimah. Ia dipanggil Ketua DPRD Deli Serdang, Zakky Shahri, untuk berbincang-bincang soal keberanian Halimah melawan narkoba di kampungnya.
Setelah itu, Halimah diberikan hadiah umrah oleh pimpinan DPRD Deli Serdang tersebut bersama temannya yang seorang mualaf.
Cita-cita Halimah untuk berangkat umrah akhirnya terkabul. Dia akan berangkat ke Makkah pada Juli atau Agustus mendatang.
"Saya memang bercita-cita selama ini setiap salat minta umrah. Alhamdulillah terkabul," ucap Halimah.
Halimah mengatakan, temannya bernama Wan Mahadi bersama istrinya juga akan diberangkatkan umrah tahun depan.
"Wan Mahadi yang sudah memenangkan tiket kurban tadi, beliau juga akan diberangkatkan bersama DPRD, karena beliau juga sudah menolong saya. Tapi tahun depan beliau sama istrinya. Mudah-mudahan betul-betul diberangkatkan, kita berharap," ujar Halimah.
Halimah pun berkeinginan memberangkatkan umrah untuk ibunya jika ada rezeki.
Sementara itu, Ketua DPRD Deli Serdang, Zakky Shahri, membenarkan keberangkatan Halimah untuk umrah ke Makkah. Ia menyebutkan, dana tersebut berasal dari para pimpinan DPRD Deli Serdang.
Pemberian hadiah umrah kepada Halimah merupakan bentuk apresiasi terhadap keberaniannya melawan narkoba di kampungnya.
"Benar (umrah). Bulan 7 atau awal bulan 8 (berangkat). Lagi urus paspor, belum punya paspor juga. Karena kita simpatik melihat beliau karena berani gitu dalam memvideokan. Padahal beliau di sana tinggal di dekat daerah narkoba kan. Itu apresiasi kita saja dari DPRD Deli Serdang," kata Zakky saat dihubungi kumparan.
"Patungan kita (dananya), pimpinan anggota DPRD Deli Serdang," sambung Zakky.
Halimah menceritakan awal mula ia berjuang melawan peredaran narkoba di dekat rumah tahfiznya. Ia sempat dicaci bahkan dihina oleh keluarga pelaku pengedar narkoba itu.
Ia tidak tahan dengan peredaran narkoba yang sudah terjadi bertahun-tahun di sekitar rumah tahfiznya. Sebab, di Rumah Tahfiz tersebut banyak anak-anak kecil yang belajar mengaji dan merasa resah dengan aktivitas para pengedar narkoba yang secara terang-terangan menjual narkoba.
Ia pun memberanikan diri membuat video agar pelaku narkoba itu tidak menjual narkoba di sekitar Rumah Tahfiz tersebut.
Ia berharap agar generasi muda tidak menggunakan narkoba lagi.
"Saya berharap ke depannya generasi maju ini jangan ada lagi yang kena narkoba. Generasi baru ini yang kita lindungi sebenarnya," kata Halimah.
Sebelumnya, Halimah berjuang melawan peredaran narkoba di kampungnya. Ia menilai peredaran narkoba di wilayah tersebut sudah marak dan meresahkan warga, termasuk dirinya.
Aksi Halimah menjadi perhatian publik setelah videonya viral di media sosial.
Dalam video tersebut, ia menyampaikan keresahannya kepada pemerintah setempat dan melarang para pelaku beraktivitas di sekitar Rumah Tahfiz Al-Qur'an Ar-Rahmah, tempat ia mengajar anak-anak.
Polresta Deli Serdang turun ke lokasi dan menangkap dua orang yang diduga pengedar narkoba berinisial AA dan AS.
Keduanya diamankan pada Selasa (12/5) sekitar pukul 17.30 WIB.
Namun, setelah penangkapan tersebut, Halimah mengaku mendapat teror dan tekanan dari keluarga pelaku. Rumahnya diduga dirusak dan dilempari oleh pihak keluarga pelaku.
Dalam video yang beredar, Halimah juga sempat meminta pertolongan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Pihak kepolisian langsung turun tangan untuk meredam situasi dan memberikan pengamanan kepada Halimah.
