Ditjen Imigrasi Ungkap Cara Warga Israel Masuk RI: Pakai Paspor Portugal-Jerman

Direktorat Jenderal Imigrasi mengungkap adanya warga negara Israel yang masuk ke Indonesia dengan menggunakan paspor dari negara lain.
Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Visa dan Dokumen Perjalanan Direktorat Jenderal Imigrasi, Eko Budianto, merespons mengenai keberadaan warga Israel yang tinggal hingga membuka usaha di Bali dan ramai beredar di media sosial.
Eko terlebih dahulu menjelaskan, Indonesia memiliki mekanisme calling visa untuk sejumlah negara, salah satunya Israel. Pemegang paspor Israel yang mau masuk ke Indonesia harus melalui proses verifikasi dan persetujuan yang melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga.
“Jadi kita punya apa ada yang kita sebut sebagai negara-negara calling visa. Itu adalah negara yang kemudian kalaupun kita terbitkan itu harus berdasarkan verifikasi kementerian lembaga terkait,” kata Eko dalam Press Briefing di Gedung Ditjen Imigrasi, Rabu (12/8).
“Salah satunya adalah Israel. Jadi verifikasinya tidak kemudian dari Imigrasi, persetujuan tidak dari Imigrasi,” lanjut Eko.
Namun, Eko menyebut terdapat persoalan lain soal itu. Sebab, Indonesia menerapkan prinsip single citizenship, sedangkan sejumlah negara lain memperbolehkan seseorang memiliki dua atau lebih kewarganegaraan.
Menurut Eko, itulah hal yang memungkinkan warga Israel masuk ke Indonesia dengan menggunakan paspor dari negara lain yang dimilikinya.
“Jadi mereka punya hak kewarganegaraan itu punya dua, tiga kewarganegaraan. Ini yang menjadi isu di luar negeri, sehingga warga negara-warga negara Israel rata-rata kadang-kadang mereka itu punya kewarganegaraan-kewarganegaraan lain,” jelasnya.
“Contohnya kemarin Portugal, kemudian Jerman, mereka masuk menggunakan paspor atau ya dokumen perjalanan Portugal maupun Jerman. Ada juga kemarin kalau enggak salah itu Yunani,” lanjut Eko.
Sebelumnya, isu mengenai keberadaan warga Israel di Bali ramai diperbincangkan setelah muncul postingan yang menunjukkan aktivitas sejumlah warga negara Israel di Bali.
Dalam unggahannya, akun tersebut menyoroti dugaan keberadaan warga Israel yang tinggal, bekerja, hingga menjalankan usaha seperti kafe, biro perjalanan, dan menjadi pemandu wisata, serta mempertanyakan bagaimana mereka dapat masuk ke di Indonesia.
