Dituduh Trump Lakukan Uji Coba Nuklir, China Bantah
·waktu baca 2 menit

Tuduhan Presiden AS Donald Trump bahwa China melakukan uji coba senjata nuklir bawah tanah secara diam-diam dibantah oleh pemerintah China.
"Sebagai negara pemilik senjata nuklir yang bertanggung jawab, China selalu menjunjung tinggi strategi pertahanan nuklir dan mematuhi komitmennya untuk menunda uji coba nuklir," kata juru bicara Kemlu China, Mao Ning, dalam konferensi pers di Beijing, dikutip dari AFP, Senin (3/11).
Mao juga meminta AS untuk mengambil tindakan nyata demi menjaga keseimbangan dan stabilitas strategis global.
"Kami berharap Amerika Serikat akan mengambil tindakan nyata untuk melindungi rezim pelucutan senjata nuklir dan non-proliferasi internasional, serta menjaga keseimbangan dan stabilitas strategis global," pungkasnya.
Sebelumnya, Trump menuduh negara-negara termasuk Rusia dan China melakukan uji coba nuklir bawah tanah tanpa sepengetahuan publik. Ia menyebut AS akan mengikutinya.
"Rusia melakukan uji coba, dan China juga, tapi mereka tidak membicarakannya," katanya dalam wawancara dengan program '60 Minutes' CBS.
"Saya tidak ingin menjadi satu-satunya negara yang tidak melakukan uji coba," lanjutnya. Ia juga menyebut Korut dan Pakistan ke dalam daftar negara yang diduga melakukan uji coba nuklir.
Trump beberapa hari lalu memang memerintahkan Pentagon untuk memulai kembali uji coba senjata nuklir yang berhenti sejak 1992. Pernyataan itu muncul beberapa menit sebelum bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di Busan, Korsel beberapa waktu lalu.
Saat ditanya apakah dia berencana agar AS meledakkan senjata nuklir untuk pertama kalinya dalam lebih dari 3 dekade, Trump menjawab: "Saya bilang kami akan melakukan uji coba nuklir seperti negara-negara lain".
Tidak ada negara selain Korut yang diketahui melakukan peledakan nuklir selama puluhan tahun. Rusia dan China juga belum melakukan uji coba nuklir sejak 1990 dan 1996.
"Mereka tidak langsung memberi tahu anda. Sehebat apa pun mereka, ini adalah negara yang besar. Anda belum tentu tahu di mana mereka melakukan uji coba," ujarnya.
"Mereka melakukan uji coba di bawah tanah di mana orang-orang tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan uji coba. Anda merasakan sedikit getaran," lanjutnya.
