Ditusuk di Leher, Ini Latar Belakang Capres Unggulan Korsel Lee Jae-myung

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Calon presiden dari Partai Demokrat, Lee Jae-myung berbicara selama konferensi pers . Foto: Chung Sung-Jun/Pool via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Calon presiden dari Partai Demokrat, Lee Jae-myung berbicara selama konferensi pers . Foto: Chung Sung-Jun/Pool via REUTERS

Lee Jae-myung, politikus oposisi Korsel yang ditusuk di Busan pada Selasa (2/1) ternyata merupakan capres unggulan. Ia mendulang popularitas karena perjuangannya melawan kesenjangan.

Saat ini Lee sedang dirawat karena luka tusuk di leher. Motif penusukan Lee sampai sekarang masih samar.

Sebelum penusukan Lee dikenal sebagai pengkritik keras Presiden Yoon Suk-yeol. Lee kalah tipis dari Yoon pada pilpres Korsel 2022 lalu.

kumparan post embed

Meski pemilu Korsel selanjutnya akan digelar pada 2027, dukungan terhadap Lee untuk kembali menantang Yoon semakin deras datang.

Dalam berbagai kesempatan pemimpin partai oposisi, Partai Demokratik menegaskan siap memberantas kesenjangan, mahalnya harga rumah sampai pengangguran.

"Orang tua saya adalah petugas kebersihan. Saya keluar dari kemiskinan, tapi banyak di sekitar saya tetap terjebak, saya mau mengubah sistem," kata Lee seperti dikutip dari AFP.

Pemimpin partai oposisi Korea Selatan Lee Jae-myung berbicara selama kunjungannya ke Busan, Korea Selatan, 2 Januari 2024. Foto: Yonhap melalui REUTERS

Pada kampanye pemilu lalu, Lee sempat berjanji ingin menaikkan pendapatan dasar secara universal bila terpilih jadi presiden.

Pendukung Lee percaya kebijakan tersebut didasari pengalaman pribadi dan simpati terhadap warga kurang beruntung.

Tapi, penantang Lee menuduh sang politikus hanya memanfaatkan kebijakan populis yang akan menimbun utang.

Selain itu Lee juga berhadapan dengan tuduhan korupsi ketika menjabat Wali Kota Seongnam.

Tekanan lain terhadap Lee datang pula dari rekan sesama Partai Demokratik, yang memintanya mundur.

Meski demikian, jajak pendapat terakhir di Korsel memperlihatkan Lee tetap menjadi penantang utama pada pilpres 2027 mendatang.