Diundang Erdogan, Presiden Palestina Mahmoud Abbas Akan ke Turki Bahas Gaza

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Palestina Mahmoud Abbas berbicara saat acara tingkat tinggi untuk memperingati peringatan 75 tahun Nakba di markas besar PBB di New York pada 15 Mei 2023. Foto: Ed Jones/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Palestina Mahmoud Abbas berbicara saat acara tingkat tinggi untuk memperingati peringatan 75 tahun Nakba di markas besar PBB di New York pada 15 Mei 2023. Foto: Ed Jones/AFP

Presiden Palestina Mahmoud Abbas akan mengunjungi Turki pekan ini untuk melakukan pembicaraan tentang perang Gaza dan upaya rekonsiliasi antara faksi-faksi Palestina.

Kunjungan ini terjadi ketika diplomasi intensif sedang dilakukan untuk menghentikan pertempuran dalam perang yang telah berlangsung hampir lima bulan antara Israel dan Hamas sejak 7 Oktober 2023.

Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat telah melakukan mediasi dalam pembicaraan selama berminggu-minggu untuk mewujudkan gencatan senjata pada awal bulan suci Ramadan seminggu lagi.

Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengatakan "Ada keinginan dan upaya serius untuk mencapai gencatan senjata sebelum Ramadan," kata dia dalam pidato penutup forum diplomasi tahunan di resor Mediterania di Antalya, Minggu (3/3) dikutip dari AFP.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara pada konferensi pers selama KTT NATO di Madrid, Spanyol 30 Juni 2022. Foto: Yves Herman/Reuters

Fidan membenarkan bahwa Abbas akan mengunjungi ibu kota Turki, Ankara, pada hari Selasa pekan ini atas undangan Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Kedua pemimpin akan membahas “perkembangan di Palestina, jalannya perang saat ini serta dialog intra-Palestina," kata Fidan. Hamas adalah saingan faksi Fatah pimpinan Abbas.

Sementara, Erdogan telah menjadi salah satu kritikus paling keras terhadap perang Israel di Gaza.

Militer AS mengirimkan bantuan untuk warga Palestina lewat udara di Kota Gaza, Sabtu (2/3/2024). Foto: Kosay Al Nemer/REUTERS

Dia mencap Israel sebagai "negara teroris" dan membandingkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dengan Adolf Hitler sambil menyebut Hamas sebagai "kelompok pembebasan".