kumparan
15 Jul 2018 11:38 WIB

Divonis Mati Digigit King Cobra, Mengapa Tubuh Rizky Tetap Hangat?

Rizky Ahmad, korban gigitan King Cobra saat diperiksa (Foto: kumparan)
Jasad Rizky Ahmad (19), remaja yang tewas karena digigit ular king cobra peliharaannya di Palangka Raya, akhirnya dimakamkan setelah berhari-hari dianggap mati suri oleh pihak keluarga. Rizky diklaim mati suri oleh keluarga karena tubuhnya hangat meski sudah dinyatakan meninggal oleh pihak rumah sakit.
ADVERTISEMENT
Menurut keluarga, tubuh Rizky tidak seperti orang meninggal pada umumnya yang biasa dingin dan kaku. Bahkan pihak keluarga Rizky sempat mengadakan ritual adat yang menyertakan pawang ular setempat dengan tujuan Rizky dapat kembali pulih.
Setelah 4 hari dilakukan ritual, Rizky akhirnya benar-benar dinyatakan meninggal oleh pihak keluarga. Tubuh Rizky membeku seperti jenazah pada umumnya.
Aji Rachmat, Ketua SIOUX Snake Rescue Indonesia, menilai kondisi tubuh hangat Rizky bukan karena ia masih hidup, melainkan racun di tubuhnya masih bereaksi merusak organ tubuh lainnya.
Ilustrasi Ular King Cobra (Foto: shutterstock)
"Kenapa badannya masih hangat ketika dipegang? Karena bisanya masih bereaksi, masih berusaha untuk merusak badan yang lain. Padahal jantungnya sudah berhenti, paru-parunya sudah tidak berfungsi, tetapi bisanya masih terus merusak, jadi badannya pasti panas," ujar Aji Rachmat saat ditemui kumparan, Jumat (13/7).
ADVERTISEMENT
“Bisa ular itu kalau ke tubuh kita tubuh manusia itu jadi panas gitu. Apakah itu kemungkinan hidup lagi, ya itu wallahualam, tapi secara medis secara logika, kalau sudah dinyatakan meninggal ya sudah meninggal," tambahnya.
Rizky Ahmad, korban gigitan King Cobra saat diperiksa (Foto: kumparan)
Soal ritual yang dilakukan keluarga Rizky, Aji mengatakan itu bisa jadi karena memang kepercayaan adat yang diyakini oleh keluarga bahwa orang yang digigit ular bisa disembuhkan dengan ritual.
Padahal menurutnya bila seseorang yang terkena racun ular king cobra maka persentase untuk bisa hidup itu kecil, karena racun tersebut akan menyebar keseluruh jaringan tubuh manusia. Racun tersebut akan menyebar melalui jaringan darah, jaringan limfa hingga getah bening.
Menurutnya ular king cobra pun tidak masalah untuk dijadikan hewan peliharaan dan tidak ada larangan dari pemerintah untuk memelihara. Tetapi orang yang memelihara ular king cobra harus mengetahui karakteristik hewan tersebut, yakni memiliki karakter agresif, bisa berdiri lebih tinggi dari sepertiga panjang tubuhnya, dan suka menyerang manusia.
ADVERTISEMENT
Pemelihara juga harus tahu ciri ular peliharaannya saat waktu menyerang, waktu kelaparan, waktu tenang hingga waktu yang tepat untuk memegangnya. Hal tersebut perlu diketahui agar terhindar dari agresivitas ular yang bisanya paling mematikan di darat itu.
“Jadi kalau bermain-main dengan king cobra itu risikonya juga tinggi apalagi di Indonesia itu tidak ada anti serumnya," jelasnya.
Rizky adalah salah satu korban dari banyaknya kasus orang meninggal karena tergigit ular king cobra saat atraksi. Padahal hewan melata mematikan tersebut dinilai Aji bukan hewan yang direkomendasikan untuk “diajak” atraksi, apalagi dilakukan hanya seorang diri.
Aji menyebut SOP untuk melakukan aksi dengan hewan liar tersebut harus dilakukan bersama-sama dengan rekan yang lain.
ADVERTISEMENT
"Apalagi ini yang berbisa tinggi, Rizky kasusnya dia melakukan atraksi dan dia sendiri, padahal prosedurnya, SOP-nya harus dua orang bermain king cobra,” tutupnya.
Video
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan