DIY KLB Campak, 48 Kasus Ditemukan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi campak pada orang dewasa. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi campak pada orang dewasa. Foto: Shutter Stock

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang masuk dalam Kejadian Luar Biasa (KLB) campak. Total ada 48 kasus ditemukan.

"Kita termasuk yang memiliki KLB campak, karena KLB campak itu didefinisi operasionalnya apabila ada dua positif campak dalam satu kesatuan epidemiologis," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DIY Setyarini Hestu Lestari melalui sambungan telepon, Senin (23/1).

Setyarini menuturkan, 48 kasus campak ini tersebar di semua kabupaten dan kota di DIY.

Kasus tertinggi ada di Kabupaten Sleman dan Bantul. Di dua kabupaten itu ditemukan masing-masing 16 kasus. Lalu, di Kota Yogya ditemukan 9 kasus, di Kabupaten Kulon Progo 6 kasus dan di Kabupaten Gunungkidul 1 kasus.

"Kalau yang ini (campak) kan termasuk penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Jadi memang kemudian kenapa anak-anak kita bayi dan balita wajib divaksinasi campak," jelas Rini.

"Namun juga bisa saja karena daya tahan tubuh yang tidak bagus, kemudian dia mungkin pergi ke daerah yang ada kasus campaknya atau mungkin ketamuan, bisa saja karena daya tahan yang tidak bagus," katanya.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DIY, Setyarini Hestu Lestari. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Sementara capaian vaksinasi campak di DIY, saat ini sudah mencapai di atas 90 persen.

Dinkes DIY telah meminta jajarannya untuk terus melakukan vaksinasi dengan baik dan meningkatkan edukasi kepada masyarakat.

"(Yang kena) dirawat oleh fasyankes ya atau rumah sakit, sebenarnya itu juga gampang ya melihat tanda-tanda itu. Nek ada anak yang kena campak ojo njuk (jangan terus) keluar supaya tidak menularkan ke orang lain," katanya.

"Jadi kalau ada anak-anak dengan tanda-tanda panas, batuk, ruam merah-merah di belakang telinga dari situ biasanya sudah orang tua yang menjaga anaknya agar tidak keluar," pungkasnya.