Djarot, Aher, hingga Risma Bersaing Raih Penghargaan Kemenhut

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (Foto: Diah Harni/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (Foto: Diah Harni/kumparan)

Delapan gubernur dari seluruh Indonesia memperebutkan penghargaan lingkungan hidup Nirwasita Tantra dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Penghargaan ini diberikan kepada pemerintah daerah yang dinilai berhasil membuat program yag mendukung kelestarian lingkungan.

Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Gubernur DIY Hamengkubuwono X, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek, dan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno ikut menjadi kandidat untuk memperebutkan penghargaan tersebut.

Terdapat 5 poin indikator keberhasilan yang diukur yaitu pengelolaan sampah, kemacetan, banjir, pemukiman, dan pencemaran lingkungan.

Penghargaan yang baru digelar sejak dua tahun lalu ini dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu di tingkat provinsi, kota, dan kabupaten. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan meminta masing-masing kandidat untuk mempresentasikan program mereka mengenai lingkungan hidup.

Tri Rismaharini, Ngabuburit Bareng kumparan. (Foto: Kevin Kurnianto/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Tri Rismaharini, Ngabuburit Bareng kumparan. (Foto: Kevin Kurnianto/kumparan)

Untuk kategori kota, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjadi salah satu kandidat. Salah satu pesaingnya adalah Wali Kota Blitar Samanhudi. Total, ada 20 wali kota dan bupati yang memperebutkan penghargaan ini di kategori Kota dan Kabupaten.

Hari ini, Sabtu (8/7), Djarot Saiful Hidayat, Ahmad Heryanto, dan Tri Rismaharini memberikan paparan mengenai program lingkungan hidup. Sebelum menentukan pemenang, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memang masih akan melakukan penilaian. Penilaian salah satunya dilakukan dengan meminta para kandidat melakukan paparan.

Dalam presentasinya, Djarot mengaku menjelaskan berbagai program unggulan Pemprov DKI seperti Jakarta Smart City, dan Pasukan Pelangi.

"Tadi saya sampaikan tentang mekanisme sistem yang sudah kita bangun melalui Jakarta Smart City dan Command Center. Saya sampaikan bahwa alat-alat kita beli sendiri dan semua dipasang GPS tracking, sehingga kita bisa melihat itu jalan atau tidak," jelas Djarot, di Gedung Manggala Wanabakti, Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (8/7).

Kunjungan Aher ke Jembatan Cipamingkis, Bogor. (Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya)
zoom-in-whitePerbesar
Kunjungan Aher ke Jembatan Cipamingkis, Bogor. (Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya)

Program unggulan lain seperti, program normalisasi sungai, pembentukan pasukan pelangi dan pelayanan komplain melalui aplikasi qlue, juga tak luput dari paparan Djarot.

"Saya enggak mikir dapat atau tidak dapat. Tapi yang perlu kami sampaikan bahwa apa yang dianggap baik di Jakarta monggo silakan bisa ditiru, direplikasi di banyak daerah karena kita sudah terapkan bahwa Jakarta itu sudah open government," papar Djarot.

Djarot menilai, acara tersebut juga menjadi ajang para pimpinan daerah untuk saling berbagi kebijakan di daerahnya masing-masing.

"Ini kan sebagai pembelajaran bagi kita semua supaya masing-masing daerah berbagi pengalaman atas kebijakan-kebijakan dan kepemimpinan terhadap pembangunan lingkungan hidup utamanya," tuturnya.

Aher dan Risma juga akan memberikan paparan setelah Djarot. Paparan digelar secara tertutup.