Djarot Makan di Warteg Binus Bareng Mahasiswa

Warung Makan Ibu Febri yang terletak tidak jauh dari Kampus Bina Nusantara Anggrek mendadak ramai karena kedatangan calon Wakil Gubernur petahana Djarot Saiful Hidayat.
Usai menghadiri tabligh akbar dan deklarasi relawan Agus-Sylvi di Palmerah, Jakarta Barat, Djarot kemudian singgah di Warung Makan Ibu Febri untuk makan siang. Kehadiran Djarot di warung makan yang didominasi oleh mahasiswa tersebut langsung menjadi sorotan mahasiswa dan warga sekitar.
Mahasiswa yang tengah menyantap hidangan siangnya terkejut melihat Djarot yang sedang memilih lauk untuk makan siangnya. Mereka langsung mengambil handphone dan mengabadikan momen tersebut.
Di sisi lain, Djarot malah sibuk memilih lauk untuk santap siangnya. Dia mengambil nasi putih dan nasi merah, ikan teri balado, dan sup.
"Ini sehat. Makannya empat sehat sepuluh sempurna," kata Djarot sembari berjalan ke kasir di Jl. Kebon Jeruk Raya, Jakarta Barat, Senin (10/4).
Usai dari kasir, Djarot langsung mencari tempat kosong untuk makan. Setelah Djarot memilih lauk makan siangnya, warung makan tersebut langsung penuh oleh pengunjung yang kebanyakan merupakan mahasiswa, warga sekitar, dan relawan yang memang tinggal di sekitar warung makan.

Rupanya, siapapun yang datang makan di Warung Makan Ibu Febri tidak dikenakan biaya alias gratis. Pengunjung pun tidak hanya memanfaatkan kesempatan tersebut untuk makan siang gratis, tapi juga mengambil kudapan, minuman dingin, dan es krim. Tidak sampai 1 jam, es krim pun sudah ludes diborong oleh pengunjung.
Selama berkampanye, Djarot memang beberapa kali makan di warung makan sederhana seperti warteg. Dia pun mengaku kalau suka makanan tradisional di warung.
"Saya suka makanan tradisional di warung. Makanya selalu kalau keluar, saya sama istri dan anak itu selalu cari warung khusus. Ini makanannya masakan Jawa, kadang Sunda, kadang Betawi, kadang Jawa Timur. Selalu kita coba, enggak ada yang khusus," ujarnya.
Kedatangannya ke warung makan yang dekat dengan universitas bukan untuk menggaet pemilih muda. Malahan, kata Djarot, mahasiswa mendukung Ahok-Djarot.
"Enggak (menggaet pemilih muda). Tadi ketemu mahasiswa malah ngobrol. Dan pilihan mahasiswa sebagian besar dukungan ke Badja (relawan Basuki-Djarot)," katanya sambil tersenyum.
"Saya tanya yang muda-muda sudah begini (dua jari). Nggak usah disuruh langsung begini, saya diam aja. 'Pak dua dong pak'. Begini malah," katanya lagi sambil terkekeh.
