Djarot Minta Surat Undangan Peresmian Masjid Raya Palsu Diusut

Di media sosial muncul surat undangan bagi kaum Muslim untuk menghadiri peresmian Masjid Raya Hasyim Asy’ari dengan iming-iming uang transpor beberapa ratus ribu rupiah. Wagub Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyebut surat itu palsu dan meminta aparat mengusut tuntas.
"Jadi itu fitnah. Itu black campaign yang luar biasa," tegas Djarot yang mengenakan kemeja kotak-kotak, di sela menghadiri acara komunitas reggae di Pisa Cafe, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (16/4).
Jadi itu fitnah. Itu black campaign yang luar biasa.
Surat itu ditandatangani oleh Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pada 15 April untuk hadir pada peresmian pada 16 April.
Mereka yang hadir dengan membawa surat undangan akan mendapat uang transpor Rp 250 ribu. Syarat lainnya harus membawa fotokopi KTP.

Djarot menceritakan bahwa dirinya telah menerima surat undangan palsu tersebut. Ia menyebut surat itu di luar logika. "Bagaimana bisa gubernur tanda tangan di surat itu tanggal 15 (April), orang aktifnya tanggal 16," ujar Djarot merujuk masa aktif kembali Ahok sebagai gubernur.
Dalam surat tersebut, kata Djarot, tertulis Masjid Kiai Hasim Asy'ari akan diresmikan tanggal 16, sementara peresmiannya sendiri sudah berjalan sehari sebelumnya. "Itu gimana sih, logikanya di mana?" ujarnya heran.
Djarot pun meminta bantuan Bawaslu, aparat keamanan, dan tim Cyber Crime untuk menelusuri pembuat dan penyebar surat tersebut. Ia yakin ketiga lembaga itu dapat berkerja secara profesional untuk melacak segera pelakunya.
"Ini bentuk black campaign yang harus dideteksi siapa yang duluan menyebarkan supaya kita betul-betul bisa menjaga situasi yang kondusif sekarang ini," kata Djarot.

