Djarum Foundation Bahas Permasalahan Lingkungan Bareng Mahasiswa di Kudus

Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) bersama Pandawara Group dan mahasiswa Universitas Muria Kudus, Jawa Tengah membahas permasalahan lingkungan yang dikemas dalam talkshow. Acara itu bagian dari program Green Campus Sadar Lingkungan sekaligus mengajak mahasiswa peduli terhadap lingkungan.
Acara tersebut sekaligus bagian dari Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Persoalan permasalahan lingkungan beserta solusinya dibahas melalui talkshow yang digelar di Auditorium Universitas Muria Kudus pada Sabtu (12/9).
Hadir pada acara tersebut Rektor UMK Darsono dan Wakil Rektor III UMK Sugeng Slamet. Hadir juga pada acara talkshow Program Officer Bakti Lingkungan Djarum Foundation, Dandy Mahendra, Anggota Pandawara Muhammad Rafly, dan Anggota Pandawara Muchamad Ikhsan.
Program Green Campus merupakan kegiatan dari Bakti Lingkungan Djarum Foundation. Kegiatan ini bertujuan mengajak mahasiswa menjadi agen perubahan yang ikut peduli terhadap lingkungan. Melalui program Green Campus ini mahasiswa diberi pembekalan sekaligus diajak untuk melestarikan alam.
Program Officer Bakti Lingkungan Djarum Foundation, Dandy Mahendra mengatakan, program Green Campus Sadar Lingkungan dimulai pada tahun ini. Universitas Muria Kudus menjadi kampus ketiga pada program ini. Sebelumnya, Universitas Diponegoro, Semarang dan Universitas Sebelas Maret, Solo telah mengikuti program Green Campus Sadar Lingkungan.
"Ada lima tahapan yang diberikan kepada mahasiswa pada program Green Campus Sadar Lingkungan ini," katanya, Sabtu (12/9).
Lima tahapan itu meliputi Green Orientation, Green Narrative, Green Leader Conference, Green Impact Project, dan Green Action. Kelima tahapan itu mengajak mahasiswa untuk peduli terhadap lingkungan.
Green Orientation itu mengajak mahasiswa untuk berdiskusi bersama perihal persoalan lingkungan. Beranjak ke Green Narative yakni mendampingi mahasiswa perihal literasi dan narasi.
"Jadi akan kita pilih dari masing-masing kampus sekitar 100 mahasiswa. Lalu kami dampingi intensif selama kurang lebih 3 bulan. Sehingga setelah 3 bulan itu mereka memiliki kemampuan literasi bernarasi yang lebih maksimal. Khususnya untuk menyampaikan isu tentang lingkungan," terangnya.
Berlanjut ke tahapan Green Leadership Conference merupakan workshop sekaligus pemberian training kepada mahasiswa. Selain itu, mahasiswa diberi pembekalan soal ilmu yang releval terkait lingkungan.
Pada tahapan keempat merupakan Green Impact yakni memberikan dampak ke masyarakat. Setelah itu ada Green Action sebagai bagian dari aksi nyata untuk masyarakat.
"Kemarin kami memberikan kesempatan untuk menanam mangrove. Mungkin nanti penghijauan di Muria, di Patiayam, seperti itu bersama Universitas Muria Kudus," imbuhnya.
Wakil Rektor III UMK Sugeng Slamet membeberkan alasan pemilihan talkshow soal lingkungan. Ia berpendapat permasalahan lingkungan tak kunjung selesai.
"Kami tahu saat ini kondisi lingkungan hari ini kondisi lingkungan benar-benar terdistorsi. Adanya musim kemarau yang juga cukup panjang, banyak kejadian-kejadian musibah yang mendera bangsa ini. Hal ini harus menjadi pembelajaran bersama," terangnya.
Ia percaya, permasalahan lingkungan harus dihadapi bersama. Menurutnya, keseimbangan alam harus terus berkelanjutan.
"Alam tidak akan melawan manusia kalau mereka tidak terusik," ujarnya. Terkait aksi nyata setelah mengikuti program Green Campus ini adalah melaksanakan kegiatan peduli lingkungan. Salah satunya membentuk kampus yang bersih. "Ke depannya juga mahasiswa masih ada kegiatan kerja bakti, bina desa dan reboisasi," imbuhnya.
Sementara itu, Anggota Pandawara Group, Muchamad Ikhsan mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundation. Ia menyebut, program Green Campus Sadar Lingkungan yang menyasar mahasiswa sebagai hal tepat.
"Mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki tanggungjawab terhadap lingkungan kampus maupun lingkungan di sekitarnya," ungkapnya.
Melalui program Green Campus Sadar Lingkungan ini ia berharap mahasiswa dapat ikut terjun langsung melestarikan alam. Sehingga keberlangsungan alam ke depannya terus ada.
"Menariknya, program ini tidak hanya diterapkan di Universitas Muria Kudus saja. Melainkan juga menyasar jenjang pendidikan lainnya," imbuhnya.
