Djarum Foundation Ubah Sampah Peserta UTMM Jadi Merchandise

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Cicilia Meyza Zipara (16) mendapatkan tumbler usai menukar sampah ke booth Kudus Asik Bakti Lingkungan Djarum Foundation, Minggu (4/10/2026). Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Cicilia Meyza Zipara (16) mendapatkan tumbler usai menukar sampah ke booth Kudus Asik Bakti Lingkungan Djarum Foundation, Minggu (4/10/2026). Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan

Generasi muda ikut mengampanyekan kepedulian terhadap lingkungan dengan memilah sampah di sekitar mereka. Sampah yang terkumpul kemudian dimasukkan ke tong yang telah dibedakan berdasarkan jenisnya, yakni organik, anorganik, dan residu.

Hal itu dilakukan Cicilia Meyza Zipara (16), peserta lari Ultra Trail Mount Moeria (UTMM) 2026 di Taman Ria, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Minggu (4/10).

Setelah berlari dan mencapai garis finis, ia menerima refreshment berupa buah pisang dan air mineral.

Bersamaan dengan ajang lari UTMM 2026, Bakti Lingkungan Djarum Foundation ikut menyosialisasikan pentingnya memilah sampah. Melalui booth Kudus Asik, Bakti Lingkungan Djarum Foundation mengedukasi masyarakat dan peserta dengan memfasilitasi penukaran sampah menjadi merchandise berupa tumbler, tote bag, lunch box, dan stiker.

Naelul Author (23) ikut memilah sampah di tong sampah yang sudah disediakan oleh Kudus Asik Bakti Lingkungan Djarum Foundation, Minggu (4/10/2026). Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan

Kulit pisang dan botol bekas air mineral milik Cicilia tidak dibuang begitu saja. Ia memilahnya untuk dimasukkan ke tong sampah sesuai jenisnya. Ia juga memungut beberapa sampah yang tercecer di sekitar lokasi lari.

"Saya menukar kulit pisang dua, botol air mineral dua dan satu bungkus es krim," katanya, Minggu (4/10).

Remaja 16 tahun itu mengaku tidak nyaman ketika melihat sampah berceceran. Ia pun mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

Warga Kabupaten Grobogan itu memilih memilah sampah sebagai bagian dari upaya melestarikan lingkungan. Kepeduliannya tersebut berbuah merchandise berupa tumbler dan stiker dari Bakti Lingkungan Djarum Foundation.

Keinginan menjaga lingkungan agar tetap bersih selalu ada dalam benaknya. Ia percaya langkah kecil seperti mengambil sampah dan membuangnya ke tempat yang sesuai dapat membantu menjaga lingkungan.

"Pastinya agar terhindar dari banjir dan lingkungan tetap bersih nyaman dan asri ketika dipandang," katanya, Minggu (4/10).

Bakti Lingkungan Djarum Foundation Pelestarian Lingkungan di Acara Ultra Trail Mount Muria. Foto: Djarum Foundation

Tukar Sampah dengan Merchandise

Cicilia mengapresiasi keberadaan booth Kudus Asik Bakti Lingkungan Djarum Foundation. Booth berukuran 3 meter x 3 meter itu memberikan edukasi tentang pemilahan sampah sekaligus menawarkan penukaran sampah dengan merchandise seperti tumbler, tote bag, lunch box, dan stiker.

"Terkadang saya mengajak teman-teman untuk pilah sampah, organik dan anorganik supaya lebih mudah ketika mau diolah," terangnya.

Ia berharap Bakti Lingkungan Djarum Foundation terus menginspirasi masyarakat. Keberadaan booth Kudus Asik juga diharapkan terus hadir untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memilah sampah.

"Ke depannya semoga Djarum ini semakin maju dan sering-sering adain kegiatan kayak ini, kayak dipilah-milah sampah gitu. Biar kedepannya makin lingkungan itu jadi bersih," imbuhnya.

Senada, warga Kudus yang juga peserta UTMM 2026, Naelul Author (23), ikut memilah sampah. Sebanyak tiga jenis sampah ia kumpulkan untuk dipilah ke tong sampah yang telah disediakan Bakti Lingkungan Djarum Foundation.

"Ada sampah botol air mineral, kemasan kaleng, daun dan sisa buah-buahan," terangnya.

Bakti Lingkungan Djarum Foundation Pelestarian Lingkungan di Acara Ultra Trail Mount Muria. Foto: Djarum Foundation

Keinginan mengambil sampah bukan tanpa alasan. Naelul ingin berkontribusi menjaga lingkungan di sekitarnya agar tetap bersih.

"Saya berterima kasih juga untuk Bakti Lingkungan Djarum Foundation yang sudah memfasilitasi kegiatan pilah sampah," ucapnya.

Deputy Program Manager Bakti Lingkungan Djarum Foundation Dandy Mahendra mengatakan, kegiatan UTMM tahun ini berkolaborasi dengan BLDF untuk pertama kalinya. Kolaborasi tersebut, kata dia, memiliki misi yang sama untuk mendukung sport tourism.

"Kami melihat sport tourism ini nih berjalan beriringan dengan lingkungan. Masyarakat juga ikut berpartisipasi. Dari kami ikut berkontribusi dengan konversi bibitnya. Sehingga sport tourism berjalan beriringan dengan lingkungan," kata Dandy.

Booth atau stan Kudus Asik Bakti Lingkungan Djarum Foundation di kawasan Taman Ria, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Minggu (4/10/2026). Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan

Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kudus Endhah Endhayani mengapresiasi inovasi tukar sampah dari Bakti Lingkungan Djarum Foundation. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan yang harus dilanjutkan.

"Sampah ditukar dengan merchandise seperti tumbler. Saya melihat hal ini sebagai inovasi dan kreativitas dari Kudus Asik yang digagas Bakti Lingkungan Djarum Foundation," imbuhnya.