News
·
18 September 2020 22:42

Djumadil dan Laeli Bawa Potongan Jasad Rinaldi ke Kalibata City dalam Dua Tahap

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Djumadil dan Laeli Bawa Potongan Jasad Rinaldi ke Kalibata City dalam Dua Tahap (388020)
Proses rekonstruksi pembunuhan dan mutilasi Rinaldi. Foto: Dok. Istimewa
Polda Metro Jaya menemukan fakta baru terkait kasus mutilasi di Kalibata City dengan korban Rinaldi Harley Wismanu. Fakta itu terkuak usai mereka melakukan rekonstruksi pembunuhan dan mutilasi yang dilakukan dua tersangka, Djumadil Al Fajri dan Laeli Atik Supriyatin.
ADVERTISEMENT
Salah satu yang terungkap adalah proses pemindahan jasad Rinaldi yang sudah dimutilasi dilakukan dua tahap dari apartemen Pasar Baru Mansion ke Kalibata City.
"Pada saat mutilasi, diketahui ada dua tahap pengiriman bagian tubuh korban dengan ada tiga media yang ada. 2 koper dan 1 ransel, koper pertama dan ransel punya pelaku, satu koper lagi beli," kata Wadirreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, kepada wartawan, Jumat (18/9).
Djumadil dan Laeli Bawa Potongan Jasad Rinaldi ke Kalibata City dalam Dua Tahap (388021)
Polda Metro Jaya menunjukkan tersangka pembunuhan dan mutilasi Rinaldi saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (17/9). Foto: Dok. Istimewa
Tersangka Djumadil dan Laeli memutilasi Rinaldi selama dua hari, yakni pada 12 dan 13 September. Rinaldi diketahui tewas usai ditusuk-tusuk dengan gunting pada 9 September.
Tanggal itu juga merupakan hari pertama Rinaldi dan Laeli bertemu di Apartemen Pasar Baru Mansion.
ADVERTISEMENT
Setelah Rinaldi tewas, Djumadil dan Laeli sempat kebingungan dengan jasad Rinaldi. Untuk menghilangkan jejak, mereka memotong tubuh korban dua hari kemudian.
Kedua sejoli itu lalu menyewa ruang kamar di Tower Ebony, Kalibata City, sambil mencari lahan pemakaman. Mereka membawa jasad Rinaldi yang telah dibagi menjadi beberapa bagian.
Namun, sebelum aksi penguburan dilakukan, polisi keburu menangkap kedua pelaku. Mereka terlacak dari rekening Rinaldi yang dikuras habis Djumadil dan Laeli.
Sebetulnya, kedua pelaku sudah merencanakan untuk mengubur jasad Rinaldi di belakang rumah kontrakan di Depok yang mereka sewa.
"Pada saat 16 September itu, direncanakan tanggal 17 akan dikubur di kontrakan di Depok itu, dan dikontrak 1 bulan di belakang rumah. Ini sudah dipersiapkan secara matang," tutup Calvijn.
ADVERTISEMENT
=====
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona