DK PBB Sahkan Resolusi Desak Iran Stop Serang Negara Teluk, China-Rusia Abstain

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

Ilustrasi bendera PBB. Foto: Alexandros Michailidis/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bendera PBB. Foto: Alexandros Michailidis/Shutterstock

Dewan Keamanan (DK) PBB telah melakukan pemungutan suara terhadap rancangan resolusi yang menuntut penghentian serangan Iran terhadap sejumlah negara Arab di kawasan Teluk. Hasilnya, resolusi itu disetujui mayoritas negara.

Dikutip dari akun DK PBB, dua negara yang menyatakan abstain adalah China dan Rusia. Keduanya tidak menggunakan hak veto.

"Dewan Keamanan PBB telah mengadopsi resolusi yang diprakarsai Bahrain mengenai krisis yang semakin memburuk di Timur Tengah," demikian unggahan PBB di X, Kamis (12/3).

"Abstain: 2 (China and Rusia)," sambungnya.

Sementara, ada 13 negara yang menyetujui rancangan tersebut dan tidak ada negara yang menolaknya.

Adapun 15 negara anggota DK PBB saat ini adalah:

  • 5 Anggota tetap dengan hak veto: AS, Inggris, China, Rusia, Prancis.

  • 10 Anggota tidak tetap tanpa hak veto: Bahrain, Kolombia, Republik Demokratik Kongo, Denmark, Yunani, Latvia, Liberia, Pakistan, Panama, Somalia

Peta Iran dengan Qatar. Foto: (Peter Hermes Furian)/Shutterstock

Sebelumnya, dikutip dari kantor berita Al-Jazeera, resolusi itu diminta segera diberlakukan setelah rentetan serangan rudal dan drone yang menargetkan beberapa negara di kawasan.

Rancangan resolusi diajukan oleh Bahrain yang mengecam Iran atas serangan terhadap sejumlah negara Arab.

Dokumen tersebut secara tegas menyerukan “penghentian segera serangan Iran” terhadap Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, serta Yordania.

instagram embed

Dorongan resolusi ini muncul setelah meningkatnya serangan lintas negara yang dikaitkan dengan Teheran dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah negara Teluk melaporkan intersepsi rudal balistik dan drone yang mengarah ke fasilitas energi, pangkalan militer, hingga wilayah sipil.

Selain menuntut penghentian serangan langsung, rancangan resolusi itu juga meminta Iran menghentikan penggunaan kelompok proksi dalam konflik regional.

Dalam teks rancangan tersebut disebutkan bahwa serangan dan aktivitas kelompok bersenjata yang didukung Iran dinilai memperluas eskalasi konflik di Timur Tengah.

Adapun Iran selama ini mengaku tidak menargetkan negara-negara tetangganya itu, sasaran mereka adalah pangkalan-pangkalan militer AS sebagai upaya pembalasan atas serangan AS-Israel per 28 Februari.