DLH Percepat Penanganan Sampah, TPS Liar di Jakarta Ditutup Permanen

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah petugas gabungan memindahkan korban longsor gunungan sampah ke kantung jenazah usai ditemukan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/3/2026). Foto: Darryl Ramadhan/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah petugas gabungan memindahkan korban longsor gunungan sampah ke kantung jenazah usai ditemukan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/3/2026). Foto: Darryl Ramadhan/ANTARA FOTO

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta bergerak cepat menangani penumpukan sampah di sejumlah titik di Ibu Kota yang terjadi pasca libur Lebaran, serta sebagai dampak dari insiden longsor di TPST Bantargebang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menjelaskan, kondisi tersebut memang berdampak pada penyesuaian operasional pengangkutan sampah menuju TPST Bantargebang.

Salah satunya melalui pengaturan waktu pengangkutan (shifting) guna mencegah antrean truk dan kepadatan di area maupun akses menuju lokasi.

“Pasca-Lebaran dan adanya kejadian longsor di TPST Bantargebang beberapa waktu lalu, terjadi penumpukan sampah di beberapa titik dalam kota. Kami tidak menutup-nutupi kondisi ini dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ujar Asep dalam keterangan yang diterima, Kamis (2/4).

Sejumlah warga melintas kawasan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (1/4/2026). Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparan

Ia menegaskan, DLH tidak melakukan pembatasan kuota pengiriman sampah, melainkan mengoptimalkan proses distribusi melalui pengaturan sistem kerja dan shift pengangkutan truk sampah yang lebih terukur. Saat ini, pengangkutan sampah dibagi menjadi tiga shift setiap hari agar alur pengiriman lebih lancar dan antrean kendaraan dapat diminimalisir.

Dengan pola tersebut, DLH memastikan waktu tunggu atau dwelling time truk sampah tetap terkendali, yakni tidak melebihi tiga jam. Selain menjaga efisiensi operasional, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya melindungi keselamatan dan kesehatan para pengemudi.

“Kami ingin memastikan para sopir bekerja dalam kondisi aman dan teratur, sekaligus menjaga kelancaran operasional pengangkutan sampah,” tambahnya.

Tutup TPS Liar

Tumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Rawadas, Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur (Jaktim) memenuhi akses jalan, Selasa (31/3/2026). Foto: Siti Nurhaliza/ANTARA

Seiring dengan percepatan pengangkutan, DLH juga melakukan penanganan intensif di sejumlah titik yang sebelumnya mengalami penumpukan. Di TPS Kali Anyar, proses pengosongan telah rampung dan kondisi lokasi kini sudah bersih dan steril.

Sementara itu, TPS Rawadas yang merupakan TPS liar, telah ditutup secara permanen melalui kolaborasi bersama pihak kecamatan, kelurahan, serta Satpol PP di kawasan TPU Pondok Kopi.

Hingga Rabu (1/4) malam, lokasi tersebut telah sepenuhnya bersih dari sampah.

Penanganan juga tengah berlangsung di TPS Kencana yang berada di bawah ruas Jalan Tol Wiyoto Wiyono (Tol Tanjung Priok). Setelah proses pengosongan selesai, lokasi ini akan ditutup permanen dengan pemasangan pagar besi serta penguatan pengawasan melalui posko bersama yang melibatkan Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), Satpol PP, dan unsur kepolisian.

Tumpukan sampah yang telah mengendap selama sekitar dua pekan di area Rusunawa Angke, Tambora, Jakarta, Kamis (2/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

DLH menargetkan dalam pekan ini operasional pengangkutan sampah ke TPST Bantargebang dapat kembali normal. Sisa sampah pasca arus balik Lebaran juga diupayakan segera tertangani dan didistribusikan ke fasilitas pengolahan, termasuk TPST Bantargebang dan RDF Plant.

“Kami berkomitmen untuk mempercepat penanganan sampah di dalam kota agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga. Seluruh jajaran DLH terus bekerja maksimal agar kondisi segera pulih dan pelayanan pengangkutan sampah tetap berjalan optimal,” tutup Asep.