Doa Jusuf Kalla untuk Suriah
·waktu baca 2 menit

Pemerintahan Presiden Bashar al-Assad “resmi” berakhir setelah komando militer Suriah mengumumkan runtuhnya kekuasaan Assad usai kelompok oposisi menguasai penuh Ibu Kota Damaskus, Minggu (8/12).
Dalam serangan besar tersebut, 910 orang tewas. Dengan rincian 138 warga sipil, 380 tentara Suriah dan sekutu, serta 392 kelompok oposisi.
Wakil Presiden RI ke-10 dan 12, Jusuf Kalla, merespons terkait kejadian tersebut. Baginya, konflik di Suriah termasuk masalah politik domestik yang mencakup seluruh Timur Tengah.
“Ya, Timur Tengah itu konflik di mana-mana. Itu masalah politik domestik dan juga mencakup Timur Tengah,” kata Jusuf Kalla usai menghadiri Munas PMI ke-22, Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, Senin (9/12).
Jusuf Kalla juga berharap konflik yang tengah terjadi di Suriah dapat selesai sehingga tidak ada lagi korban jiwa.
“Kita mendoakan saja supaya mereka selesai. Kita tidak bisa berbuat banyak,” kata JK yang dikenal bertangan dingin dalam mendamaikan kelompok yang berseteru ini.
Pemimpin HTS Umumkan Kemenangan
Usai menggulingkan dan memaksa Assad itu kabur ke Rusia, pemimpin HTS Abu Mohammed al-Julani memilih Masjid Umayyad sebagai tempat pengumuman kemenangan mereka.
Masjid Umayyad atau yang dikenal sebagai Masjid Raya Damaskus adalah tempat ibadah terbesar di Suriah.
Saat masuk ke dalam masjid, al-Julani disambut para pendukungnya. Mereka dengan lantang meneriakkan takbir.
"Kemenangan ini, saudara-saudaraku, bersejarah bagi kawasan ini," kata pemimpin HTS, Abu Mohammed al-Julani yang saat pidato kemenangannya menggunakan nama asli Ahmed al-Sharaa, seperti dikutip dari AFP.
Dia kemudian menambahkan, kemenangan HTS di Suriah sama dengan kemenangan seluruh negara Muslim.
“Hari ini Suriah dimurnikan. Kemenangan ini lahir dari rakyat yang mendekam di penjara dan para mujahidin yang memutuskan rantai,” kata al-Julani.
Al-Julani lalu mengatakan, selama rezim Assad berkuasa Suriah berada di bawah bayang-bayang Iran dan Hizbullah.
“Suriah sudah berubah menjadi tempat ambisi Iran dan sektarianisme merajalela,” kata al-Julani.
Siapa HTS
HTS awalnya adalah cabang Al-Qaeda di Suriah. Pada 2016, HTS memutuskan hubungan dengan Al-Qaeda.
Sampai saat ini beberapa negara Barat memasukkan HTS ke dalam daftar teroris. Akan tetapi beberapa tahun terakhir HTS mulai membuat citra lebih lunak di mata dunia.
Assad memimpin Suriah meneruskan kekuasaan ayahnya pada tahun 2000. Sebagaimana ayahnya, dia memimpin negeri dengan tangan besi. Ketika Arab Spring melanda Timur Tengah, Assad memberi respons dengan keras sehingga memicu perang saudara di Suriah sejak 2011.
Reporter: Alya Zahra
