Dokter: 70% Generasi Z di TikTok Tak Percaya Vaksin Corona

Adam Prabata, dokter yang juga tergabung dalam tim penanganan COVID-19, dikenal aktif mengkampanyekan vaksin corona di media sosial. Baik itu di Instagram maupun TikTok.
Adam mengatakan, masih banyak generasi Z di TikTok yang tak mempercayai vaksin corona. Generasi Z merupakan mereka yang lahir antara tahun 1998-2010.
Berarti mereka berusia 11 hingga 23 tahun. Di antara generasi ini yang bisa mendapatkan vaksin adalah mereka yang berusia 19 sampai 23 tahun.
"Kalau di generasi milenial 50:50, lebih banyak yang percaya vaksin. Yang di generasi Z, generasi TikTok, 70 persen enggak percaya, ini yang dikhawatikan apabila mereka jadi pengambil keputusan bagi orang tuanya," kata Adam dalam diskusi virtual Forum Merdeka Barat yang dikutip kumparan pada Kamis (1/4).
Nah, di luar di antara mereka memang masih banyak yang belum bisa divaksin tapi kehadiran mereka penting bagi orang tuanya. Apalagi kalau mereka melarang karena memang tidak memahami dengan baik apa itu vaksin dan bagaimana manfaatnya.
Adam menjelaskan, generasi Z ini sangat perlu diedukasi. Apalagi menurutnya, mereka sudah sejak awal tidak percaya terhadap COVID-19
"Dari tahun lalu mereka sudah tidak percaya COVID dan merasa COVID buatan dan konspirasi. Jadi ada lanjutannya kalau ada vaksin mereka enggak percaya juga," urai kandidat PhD di Kobe University, Jepang, ini.
"Kita harus membuat edukasi, misal kita buat poster. Satu poster itu akan efektif di golongan tertentu. Misal hanya di milenial menengah, atau generasi Z atau milenial yang penghasilannya rendah," tutup dia.
