News
·
7 Februari 2020 0:34

Dokter China yang Dibungkam karena Virus Corona Meninggal Dunia

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Dokter China yang Dibungkam karena Virus Corona Meninggal Dunia (22974)
Suasana di Rumah Sakit Wuhan, China yang merawat pasien terjangkit virus corona. Foto: THE CENTRAL HOSPITAL OF WUHAN VIA WEIBO /via REUTERS
Li Wenliang (34), dokter yang sempat dibungkam pemerintah China saat menyebarkan potensi bahaya virus corona, dinyatakan meninggal dunia. Ia sempat dirawat karena ikut tertular virus corona.
ADVERTISEMENT
Diberitakan South China Morning Post, Jumat (7/2), Dokter Li yang bekerja di Rumah Sakit Pusat Wuhan meninggal dunia pada Kamis (6/2) waktu setempat.
"Kami sangat menyesal mendengar kabar meninggalnya dokter yang berada di garis terdepan, yang berkomitmen untuk merawat pasien," ungkap Direktur Program Darurat Kesehatan WHO, Michael Ryan.
Li mulai menunjukkan gejala virus corona seperti batuk dan demam pada 10 Januari 2020. Ia diduga tertular dari pasiennya dan dinyatakan positif corona dua hari kemudian.
Kondisi Li terus memburuk sehingga dia harus dirawat di ruang ICU dengan bantuan oksigen. Ia juga sempat wawancara dengan CNN pada Selasa (4/2) lalu, dan terlihat batuk-batuk serta sesak nafas.
"Saya hampir tidak bisa bernapas," kata Li dalam wawancara via telepon dengan CNN.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, dalam hasil penyelidikan New York Times, terungkap Li adalah satu dari delapan orang yang sempat ditahan polisi Kota Wuhan. Alasannya, mereka dianggap menyebarkan berita hoaks yang berpotensi memicu keresahan.
Dokter China yang Dibungkam karena Virus Corona Meninggal Dunia (22975)
Aktivitas tim medis Rumah Sakit Wuhan, China saat merawat pasien terjangkit virus corona. Foto: THE CENTRAL HOSPITAL OF WUHAN VIA WEIBO /via REUTERS
Li yang praktik sebagai dokter mata memperingatkan kawan-kawannya di grup tim medis soal munculnya lagi virus SARS pada akhir Desember 2019 lalu. Peringatan Li ini lantas tersebar lalu viral, tanpa menyensor namanya.
Polisi menganggap Li menyebarkan rumor. Dia diwajibkan menandatangi surat pengakuan bahwa dia telah melakukan tindakan yang salah. Kepada CNN, Li ketika itu mengaku terpaksa menandatangani surat itu karena takut dipenjara.