Dokter di Bali Bakal Belajar Teknologi AI dan Robotik ke China
·waktu baca 2 menit

RSUP Prof I.G.N.G. Ngoerah Denpasar berencana mengirim sejumlah dokter untuk mempelajari teknologi kecerdasan artifisial (AI) dan robotik ke RS Zongshan di China. Hal ini untuk meningkatkan pelayanan rumah sakit di tengah perkembangan teknologi.
"Kami sudah menjajaki kerja sama bagaimana nanti bisa mengirim dokter kami ke Zongshan Hospital, tinggal lihat nanti regulasinya seperti apa dan prosedurnya seperti apa," kata Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUP Prof I.G.N.G. Ngoerah, I Made Darmajaya dalam siaran pers, Rabu (17/9).
RS Zongshan dipilih sebagai tempat pembelajaran, karena rumah sakit ini telah menerapkan pelayanan berbasis kecerdasan artifisial dan robotik. Salah satunya tindakan rontgen yang sudah menggunakan kecerdasan artifisial.
"Kita mungkin tahu sekarang orang baca rontgen itu sudah tidak perlu dokternya. Dokternya hanya klarifikasi terakhir dan ini akan mempermudah dan mempercepat pelayanan pasien," sambungnya.
Sementara itu, kerja sama dalam pelayanan robotik, RSUP Prof IGNG Ngoerah akan mengirimkan dokter mempelajari riset dan tindakan operasi dengan robotik. Selama ini, RSUP Prof IGNG Ngoerah bekerja sama dengan RSCM melakukan operasi saluran kencing.
Made Darmajaya berharap nantinya RSUP Prof IGNG Ngoerah bisa melakukan tindakan operasi secara mandiri baik operasi saluran kencing atau di bidang kandungan. RSUP Prof IGNG Ngoerah juga sudah mengusulkan pengadaan alat tindakan operasi dengan robotik kepada Kementerian Kesehatan.
"Bukan berarti kita lebih rendah, tidak. Dalam hal-hal tertentu mereka punya inovasi teknologi yang memang lebih maju dari kita tidak ada salahnya kita bekerja sama, kita tidak boleh ketinggalan," katanya.
